Lifestyle

Ibu Muda Jenuh di Rumah Saja

Tidak Keluar Mengantar Anak Sekolah

Ibu-ibu muda yang tergabung dalam geng Arisan Bandung Cantik. Mereka kangen antar anak sekolah saat pandemi (Istimewa

JAKARTA (BP) – Berkumpul besama sambil menunggu anak pulang sekolah, menjadi  rutinitas para ibu muda. Ironinya, selama pandemi  Covid-19, pemerintah menutup semua sekolah dan lembaga pendidikan sehingga anak-anak hanya bisa belajar dari rumah. Tak heran, kondisi ini membuat para ibu tadi merasa jenuh dan bosan. Mereka juga tidak bebas keluar mengantar buah hati mereka masuk sekolah di tingkat PAUD, TK, SD dan lainnya.

Salah satunya para geng ibu muda di Bandung, Jawa Barat.  Mereka sudah rindu dengan rutinitas yang biasa mereka lakukan. Kepada JawaPos.com,  Selasa (7/7) para ibu muda dalam geng Angel’s dan Arisan Bandung Cantik mengungkapkan kerinduan mereka mengantar anak sekolah dan bercerita seputar kegiatan apa saja selama pandemi saat menemani anak belajar di rumah.

Dince (Ibu Muda Geng Angel’s)
Dia berharap anak-anak bisa segera kembali ke sekolah dan pandemi segera berakhir.  Sebab menurutnya, belajar dari rumah kurang efektif. Dia berharap ada kebijakan  mengizinkan sekolah dibuka kembali namun tetap dibuat sistem yang mematuhi protokol  kesehatan.

“Antar anak sekolah pasti kangen banget ya. Ingin bertemu teman-teman. Kalau dilihat  dari situasi dibilang aman kayaknya belum sih ya. Kalaupun memang sekolah dibuka lagi  mungkin ada sistem 50 persen tatap muka dan 50 persen jarak jauh sesuai dengan apa  yang akan direncanakan sekolah-sekolah sekarang,” katanya.

Elmira (Ibu Muda Geng Angel’s)
Dia mengaku rindu untuk kembali mengantar anak ke sekolah. Jika harus dibuka lagi,  sekolah harus tetap mengikuti aturan protokol kesehatan. Dia akan menganjurkan anak-  anak membawa bekal makanan sendiri ketika sekolah nantinya dibuka kembali.

“Kangen sekali ya antar anak ke sekolah. Sesuai arahan pemerintah mengenai AKB (menggunakan masker, sering cuci tangan ditambah juga membekali anak handsanitizer). Membekali peralatan makan dan minum sendiri. Kalau di rumah, awalnya kerepotan, tapi  akhirnya terbiasa dan bisa memantau anak,” katanya.

Wina (Ibu Muda Geng Angel’s)
Wina juga mengaku kangen bersosialisasi dengan para ibu di sekolah sambil mengantar anak. Anak-anak juga bisa bergaul dengan teman-temannya tak jenuh hanya di rumah saja. Namun dia mengakui bahwa untuk saat ini rasanya belum pas waktunya jika sekolah dibuka lagi. Sebab menurutnya angka kasus di tanah air masih belum aman.

“Kangen sekangen-kangennya mengantar anak. Tapi mungkin sekolah dibuka menunggu beberapa saat lagi sampai aman. Selama ini memang belajar dari rumah dibilang repot  sih repot, karena membagi waktu sambil mengurus rumah tangga apalagi jika ibunya  sedang moody dan lelah. Tapi ini jadi tantangan agar kita makin kreatif,” jelasnya.

Riza Noorjaya (Ibu Muda Geng Angel’s dan Arisan Bandung Cantik)
Riza mengaku rindu masa-masa mengejar waktu agar anak tak terlambat sekolah. Kemudian  juga kangen berkumpul dengan ibu-ibu wali murid sambil kongkow minum secangkir kopi. Dia pun selama menemani anak-anak belajar di rumah sedikit mengaku kerepotan karena memiliki 3 anak. Meski begitu sebagai seorang ibu, dia harus bisa membuat suasana belajar menjadi menyenangkan.

“Kangen banget pastinya, kangen sibuk siapkan kebutuhan dan peralatan anak sekolah.  Tapi memang belum aman ya, saya lebih memilih memaksimalkan belajar online dulu agar demi kebaikan bersama. Saya berusaha tetap bersemangat untuk menemani mereka belajar. Saya membuat ruangan khusus seperti di sekolah dan anak-anak saya memberi nama happy class karena belajar bersama Mami sambil berkreasi,” ungkapnya.

Weny (Ibu Muda Geng Arisan Bandung Cantik)
Weny juga rindu mengantarkan anak ke sekolah. Rindu lingkungan sekolah dan segala  aktivitas yang membuat anaknya senang. Jika memang sekolah sudah bisa dibuka, Weny  berharap ada batasam jarak antar siswa. Sebab menurutnya saat ini memang belum aman situasinya.

“Anak-anak tentu harus dipersiapkan dengan nutrisi dan vitamin. Dan harus ketat ya mengikuti protokol kesehatan. Dan kalau anak-anak sedang flu lebih baik tak masuk  sekolah. Sebab selama di rumah saja sih jujur ya repot enggak repot ya. Sebab kalau di  sekolah kan anak jelas dididik oleh ahli didik dengan berbagai fasilitas sekolah.  Secara psikososial juga pasti lebih baik dan sehat,” katanya.

Ayu (Ibu Muda Geng Arisan Bandung Cantik)
Ayu juga merindukan saat-saat mengantar anak ke sekolah. Cipika-cipiki dengan teman- teman para ibu-bu sebaya. Namun dia berharap sekolah baru akan dibuka saat keadaan benar-benar aman misalnya pada Januari tahun 2021. Dia juga terus mengedukasi anaknya agar rajin mencuci tangan dan agar betah pakai masker.

“Repotnya kalau di rumah, anak ingin main dan enggak ada teman. Jadi kadang enggak  terlalu terpacu untuk segera menyesaikan apa yang jadi materi. Tetap masih enak  sekolah ya, anak bisa bersosialisasi,” jelasnya. (*)

Reporter : JP GROUP

Editor : SUPRIZAL TANJUNG