Kepri

Pengelola Bandara RHF Pungut Biaya Rapid Test Rp 150 Ribu

Penerbangan Sudah Normal

Bravian Bambang
f.Peri/Batam Pos

TANJUNGPINANG (BP) – Pengelola Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang mulai terapkan biaya rapid test untuk calon penumpang pesawat yang akan berangkat sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan batas atas Rp 150 ribu.

Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Bandara RHF Tanjungpinang, Bravian Bambang Y menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Kimia Farma sudah menerapkan biaya rapid test Rp 150 ribu untuk calon penumpang. Sebelumnya harga untuk rapid tes yang dikenakan kepada calon penumpang sebesar Rp 280 ribu.

“Sesuai dengan surat Kemenkes sudah diterapkan Rp 150 ribu,” kata Bravian saat wawancara di Terminal Bandara RHF Tanjungpinang, Rabu (8/7).

Dijelaskan Bravian, untuk Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) untuk calon penumpang yang akan berangkat Jakarta masih masih diterapkan, namun untuk tujuan lain, seperti Tanggerang, Bogor tidak menggunakan SIKM. “SIKM bisa dibuat secara online menggunakan aplikasi yang dibuat Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya.

Lanjutnya menjelaskan untuk kondisi penerbangan di RHF Tanjungpinang sudah kembali normal, saat pandemi covid-19 hanya ada pesawat dari maskapai Garuda dengan frekuensi penerbangan tiga kali dalam seminggu.

“Sekarang Garuda empat kali seminggu dan Lion Air setiap hari ada untuk tujuan Jakarta, termasuk pesawat Susi Air untuk tujuan Dabo Singkep,”ungkapnya. Selama masa pandemi covid-19, pesawat Lion Air hanya melayani pengangkutan barang cargo.

Kemudian, lanjut Bravian menyebutkan lonjakan penumpang sejak new normal sudah mulai terlihat, semula hanya 10-15 orang dalam satu hari, saat ini sudah mencapai 60 orang yang menggunakan pesawat Lion. “Kalau Garuda masih sekitar 20 orang,” tambahnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
Editor: Tunggul Manurung