Ekonomi & Bisnis

Pesta Batal, Usaha Wedding Rugi Besar

LUSTRASI industri wedding. (dok. Appgindo)

 

JAKARTA (BP) – Wabah virus Covid-19 telah menggerogoti usaha sektor industri dan jasa. Salah satunya adalah usaha jasa pesta pernikahan atau (wedding).Banyak pasangan yang membatalkah pesta pernikahan mereka. Kerugian diderita banyak para pengusaha.

Asosiasi Pengusaha Perlengkapan dan Gaun Indonesia (Appgindo) mengaku tak bisa menghindar dari dampak pandemi tersebut sejak Februari hingga saat ini.

Ketua Dewan Penasehat Appgindo Albert Indra bahkan mengatakan, banyak sejumlah pelaku industri wedding yang rugi besar karena adanya pembatalan sejumlah agenda pernikahan. Secara keseluruhan, pihaknya mencatat kerugian yang diderita industri wedding senilai Rp 300 miliar per bulan.

“Appgindo mencatat perputaran uang di industri ini Rp 3-4 triliun. Kalau kami hitung, per bulannya kerugian itu senilai Rp 300 miliar,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (8/7). Artinya, dalam lima bulan saja (Februari-Juni) kerugiannya bisa mencapai Rp 1,5 triliun.

Oleh karena itu, lanjut Albert pihaknya perlu membuat strategi baru agar industri tersebut dapat kembali bergerak. “Kami ingin pelaku industri wedding bangkit lagi di tengah pandemi ini. Jadi, seluruh sektor yang ada pada industri ini bisa bergerak lagi,” ucapnya..

Ia menyampaikan pihaknya telah menggelar simulasi yang mengacu pada ketentuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Ke depan kami akan menggelar tiga simulasi lagi. Harapan kami mereka bisa menyaksikan simulasi ini.” ujar Ketum Appgindo, Andie Oyong.

Andie memaparkan, dari simulasi tersebut akan dibuat dalam bentuk makalah yang nantinya akan diserahkan ke dinas pariwisata. “Mereka juga meminta sebuah visualisasi karena itu kami sedang membuat simulasi ini,” imbuhnya.

Diapun berharap seluruh pelaku industri wedding bisa menjadikan simulasi tersebut sebagai acuan. Begitu pula pihak hotel dan gedung.

“Kami ingin ini jadi acuan bagi pihak hotel. Nanti kami juga akan membuat simulasi untuk gedung,” imbuh Albert. (*)

Reporter : JP GROUP

Editor : SUPRIZAL TANJUNG