Total Football

Tak Mudah Yakinkan Pemain Asing

Mau Terima Gaji 50 Persen

F. Angger Bondan/Jawa Pos
Skuad Persebaya saat berlaga dalam Piala Gubernur beberapa waktu lalu.

batampos.id – Menghadapi kelanjutan kompetisi Liga 1, Oktober mendatang, PSSI memberi izin pada klub untuk melakukan renegoisasi kontrak. PSSI juga memperbolehkan klub untuk memangkas gaji pemain hingga 50 persen.

Tapi, manajemen Persebaya Surabaya tidak buru-buru melakukan renegosiasi. Sekretaris Persebaya Ram Surahman menilai aturan tersebut cukup berisiko. Sebab, pihak klub harus bisa meyakinkan seluruh pemainnya. Termasuk kepada pemain asing agar mau menerima gaji 50 persen. “Bukan hanya di Persebaya. Tapi semua klub akan menghadapi problem itu,” katanya.

Ram menjelaskan, bukan hal mudah untuk meyakinkan pemain asing. Karena itu, dia berharap PSSI sudah memiliki solusi jika ada penolakan dari pemain asing. Sebab, belajar dari pengalaman, pemain asing bisa saja melapor ke FIFA jika mengalami masalah di Indonesia. “Kalau nanti kemudian klub Liga 1 kalah bagaimana? Hal-hal seperti ini kan harus diberi soulusi yang konkret,” kata pria asal Gresik tersebut.

Jika kemudian klub Liga 1 kalah, artinya manajemen harus membayar penuh gaji pemain tersebut. Nah, hal itulah yang tidak diharapkan oleh Ram. Sebab, kondisi klub saat ini tengah kembang kempis. “Ibarat taksi, kendaraan sedang berhenti. Tapi argo pembayaran tetap berjalan,” katanya. Karena itu, Ram meminta PSSI untuk bisa memberi kepastian agar ke depan tidak ada persoalan.

Masalah bukan hanya itu. Belum jelasnya jadwal kompetisi juga jadi alasan mengapa manajemen Persebaya belum melakukan renegosiasi kontrak. Menurut Ram, kepastian jadwal sangat memengaruhi dalam keputusan negosiasi ulang. Bahkan, melakukan renegosiasi kontrak sebelum ada kepastian jadwal kompetisi juga dianggal tidak ideal.

“Misal kami sudah renegosiasi kontrak. Ternyata kompetisi baru berakhir tahun depan. Mau nggak mau kami harus renegosiasi lagi. Karena mayoritas kontrak pemain berakhir Desember nanti,” timpalnya.

Karena itu, dia berharap agar ada kepastian soal jadwal. Memang, sejauh ini PSSI hanya memastikan Liga 1 akan bergulir lagi. Tanpa memberi kepastian format dan jadwal pasti.

Jika sudah ada kepastian format kompetisi dan jadwal pasti, negosiasi baru bisa dilakukan. “Ini sebenarnya hal-hal teknis yang harus segera diselesaikan,” tegas Ram. Bahkan, pihaknya juga siap kalau harus bertemu dengan pihak PSSI maupun PT. Liga Indonesia Baru (LIB). “Semakin cepat (ada pertemuan) malah semakin baik. Ini harus segera ada kejelasan,” tambahnya.

Soal kompetisi, Pelatih Perebaya Aji Santoso meminta agar format tidak diubah. Artinya, Liga 1 2020 tetap dijalankan sesuai dengan aturan awal. Tidak ada format anyar. “Karena kalau meneruskan kompetisi ya harusnya sesuai dengan aturan awal. Kalau menang diubah, lebih baik dibuat turnamen baru aja,” kata pelatih 50 tahun tersebut.

Reporter: JPGROUP
Editor: RYANG AGUNG