Kepri

”Tidak Benar, Mana Bisa Saya”

Ketua Komisi III DPRD Kepri Bantah Dirinya Pengendali Pengadaan 2.400 Unit Laptop di Disdik

Widiastadi Nurgroho
f.dok

TANJUNGPINANG (BP)- Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Widiastadi Nurgroho angkat bicara terkait tudingan sebagai pengendali proyek laptop di Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri yang dilontarkan sejumlah Anggota Badan (Banggar) DPRD Provinsi Kepri. Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, ia bukan tipekal wakil rakyat yang bermain proyek.

“Tidak benar mas, mana bisa saya (bermain proyek,red),” tegasnya menjawab pertanyaan Batam Pos melalui pesan singkat, Selasa (7/7).

Salah satu Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepri yang enggan namanya dikorankan mengatakan, kegiatan pengadaan tersebut dikendalikan oleh
Ketua Komisi III. Ia juga menjelaskan, nama-nama yang terlibat dalam proses pengadaan di Disdik Provinsi Kepri berada dalam lingkaran yang sama.

“Kalau bukan partai penguasa yang bermain, tentu ini tidak akan mulus. Apalagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang sekarang ini duduk sebagai Kabid SMK juga berada di lingkaran partai penguasa,” paparnya.

Terpisah, Mantan Anggota Banggar DPRD Provinsi Kepri, Yudi Carsana mengatakan ada dua kemungkinan bisa golnya proyek tersebut di APBD P 2019 lalu. Pertama benarnya ada konspirasi yang melibatkan banyak pihak, seperti Komisi IV dan Banggar DPRD Kepri.

”Yang kedua, kegiatan ini dimasukkan pada waktu proses perbaikan APBD P setelah adanya koreksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sehingga rencana ini berjalan
mulus,” jelas pria yang pernah 10 tahun menjadi Banggar di DPRD Provinsi Kepri tersebut.

Seperti diketahui, Pengadaan 2.400 unit milik Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri yang dilaksanakan oleh PT. Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) lewat APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu diduga sarat mark up.

Karena satu Laptop Lenovo dengan spek amd A9-9425 Radeon R5 3.10 GHz windows 10 dibandrol Rp9.328.000. Sementara harga di sejumlah toko elektronik di Tanjungpinang dengan merek dan spek yang sama adalah sebesar Rp4,3 juta.

Merujuk surat perjanjian yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kepri melalui Disdik Provinsi Kepri bersama PT. Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) dengan nomor 24.957/SP/DISDIK-KEPRI/2019 pada tanggal 27 September 2019 tersebut pekerjaanya adalah pengadaan laptop penunjang kegiatan media pendidikan untuk SMAN di Kepri.

Berdasarkan perbandingan harga tersebut, jika merujuk harga vendor pengadaan 2.400 unit laptop yang digunakan sebagai media pendidikan untuk SMAN di Kepri tersebut sebesar Rp22.387.200.000. Kemudian untuk harga yang berada di sejumlah toko elektronik di Tanjungpinang, pengadaan laptop tersebut dengan jumlah yang sama atau merek dan spek yang serupa hanya memerlukan anggaran sebesar Rp10.320.000.000.

Berdasarkan data Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UPKBJ) Provinsi Kepri pengadaan 2.400 unit laptop dengan alokasi anggaran sebesar Rp22 miliar yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri lewat APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu bukan diperuntukan bagi seluruh SMA Negeri di Provinsi Kepri.
Melainkan khusus untuk SMA Negeri yang ada di Kabupaten Karimun. (*)

Reporter: Jailani
Editor : Tunggul Manurung