Hidup Sehat

Atasi Obesitas dengan Akupunktur MediK

F. Dokumentasi Rumah Sakit Awal Bros Batam untuk Batam Pos
dr Mia Sophia Irawadi, SpAk

Akupunktur dipercaya dapat menurunkan berat badan dengan cara menstimulasi aliran energi tubuh (chi). Hal ini diyakini memengaruhi faktor-faktor yang dapat mengatasi obesitas –seperti meningkatkan metabolisme, mengurangi nafsu makan, menurunkan stres, dan memengaruhi bagian otak yang terasa lapar.

Dokter Spesialis Akupunktur Medik (SpAk) Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr Mia Sophia Irawadi, mengatakan bah-wa akupunktur medis mengatasi obesitas dengan cara menusukkan jarum ke titik-titik permukaan tubuh yang bertujuan untuk mencegah obesitas. Selain itu, juga berguna sebagai rehabititatif, kuratif, dan valiatif.

Menurutnya, akupunktur medik merupakan ilmu yang berkembang dari akupu-n­ktur tradisional, dimana ada pemikiran secara biomedik meliputi imunologi.

“Mekanisme akupunktur untuk menga-tasi obesitas, pertama, di dalam organ otak manusia terdapat hipotalamus yang mempengaruhi rasa kenyang di dalam otak ketika dilakukan terapi akupunktur, juga bisa mempengaruhi kadar seretonin yang meningkatkan motilitas usus sehi­ngga usus lebih cepat bekerja mencerna makanan,dan juga meningkatkan otot pada lambung,” jelas dr Mia, Jumat (3/7).

Ia menerangkan bahwa akupunktur medis mempercepat metabolisme tubuh dan memengaruhi nafsu makan seseorang yang mengalami obesitas.

F. SHUTTERSTOCK
Ahli melakukan terapi akupunktur pada perut pasien yang mengalami obesitas.

“Yang pada akhirnya akan memicu penurunan pada berat badan seseorang. Tujuannya sendiri adalah untuk mempengurangi nafsu makan, dalam arti akan merasa cepat kenyang.”

Terkadang beberapa orang mengalami permasalahan dengan nafsu makan, dengan kondisi tidak lapar namun keinginan untuk mengonsumsi makanannya tinggi. Obesitas juga bisa mengakibatkan gejala sakit pada bagian tubuh, seperti bagian lutut karena tekanan berat badan yang berlebih.

“Biasanya terjadi pada seorang ibu yang sudah menua, tak terkecuali dengan anak muda yang sudah sadar akan manfaat akupunktur medis untuk menekan berat badan sebelum mengalami obesitas, sebab akupunktur ini bisa untuk semua umur,” terangnya.

Perbedaan antara tradisional dengan akupunktur medis adalah berdasarkan pada penelitian empiris. Ada dasar keilmuaan medis yang bisa menjelaskan seperti teknik rangsangannya bisa secara manual maupun dengan jarum.

dr Mia mengatakan, terapi akupunktur medis bisa diaplikasikan dengan menggunakan akupuntur telinga, dan elektro akupuntur (rangsangan listrik), bisa juga dengan laser akupunktur, dan teknik menanamkan benang pada titik akupuntur tersebut.

“Disarankan ketika seseorang sudah menjalani terapi akupunktur untuk melakukannya secara berkelanjutan, sebab dalam jangka waktu tiga hari efeknya akan menurun. Jadi, disarankan untuk dilanjutkan kembali,” ujarnya.

Teknis terapi akupunktur untuk mena­ngani obesitas, jarum ditusukkan ke titik-titik saraf, seperti bagian telinga. Ada jarum kecil yang ditempelkan di dekat telinga dimana berfungsi untuk menekan nafsu makan. Lalu, ada beberapa titik di perut dan bagian kaki, yang berguna untuk­ mengontrol lambung dan kepala. Semua itu dilakukan secara kombinas­i.

“Sekitar 1 sentimeter dan 0,5 sentimeter yang ditusukkan pada bagian tubuh tersebut. Jadi, merangsang pada permukaan tubuh,” terangnya.

Khusus untuk mengobati diabetes, jarum akupunktur berfungsi merangsang endorfin, melepaskan energi positif dan meredakan rasa sakit. Karena diabetes adalah masalah yang terjadi akibat ketidakseimbangan hormon dalam sistem endokrin dan membuat penderita mengalami rasa sakit.

Akupunktur medis tidak bisa berjalan jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat, terutama dalam hal mengonsumsi makanan. “Orang sudah menjalani terapi akupunktur medis ketika mengonsumsi makanan yang sebelumnya satu porsi makan sepiring sudah kenyang, dengan akupunktur medis bisa setengahnya sudah merasa kenyang.Dari hal tersebut juga diimbangi dengan berolahraga dan tidak bisa mengandalkan akupunktur saja,” paparnya.

dr Mia menyatakan bahwa indeks massa tubuh perempuan dan laki-laki berbeda. Perempuan lebih dari 20 persen, dan laki-laki 25 persen melebihi berat badan normal atau ideal, sudah masuk dalam kategori obesitas.

“Jadi, bagi seseorang yang mengalami obesitas dan ingin mencoba terapi dan manfaat akupunktur medis bisa mengunjungi dan berkonsultasi ke Rumah Sakit Awal Bros Batam,” tutupnya. (***)

Reporter : AZIS MAULANA
Editor : RATNA IRTATIK