Total Football

Bukti Mulut Besar Ibra

AC Milan 4 vs Juventus 2

F. Miguel Medina/AFP
Striker AC Milan Zlatan Ibrahimovic tersenyum lebar usai mencetak gol ke gawang Juventus melalui titik putih dalam lanjutan Seri A, di San Siro Stadium, Senin (7/7) lalu.

batampos.id – Mulut Zlatan Ibrahimovic memang tak ada matinya. Di klub mana pun dia bermain, Ibra tidak pernah kehilangan ciri khasnya. Begitu pula setelah dia kembali ke Italia dan memperkuat AC Milan lagi. Kemarin WIB (8/7), Ibra mengumbar kata-kata dari mulut besarnya, setelah victory 4-2 atas Juventus di San Siro, Milan.

Kali pertama Ibra membabi-buta melontarkan kata-kata songongnya setelah “pulang” ke Milanello, kamp latihan Milan. Maklum, Ibra yang selama ini selalu apes di saat bertemu Juve, seperti menemukan harinya dengan berkontribusi di balik dua dari empat gol Rossoneri, julukan Milan.

Gol dari titik putih pada menit ke-62 jadi titik balik Alessio Romagnoli dkk memperkecil ketertinggalan. Gol yang ke gawang Juve yang sudah sedekade ini dia nantikan. Berselang empat menit, operannya kepada Franck Kessie yang jadi titik balik sukses comeback dua gol Milan dari La Vecchia Signora, julukan Juve.

Termasuk dua kontribusinya malam itu, sejak restart Serie A striker 38 tahun itu mampu berkontribusi empat kali di balik sembilan gol Milan. Dengan rincian dua gol dan kali assist. Dia jadi motor Milan memenangi dua laga beruntun menghadapi dua klub yang bersaing di capolista, Lazio dan Juve.

’’Andaikan aku sudah berada di Milan pada September lalu (dari awal musim), pasti klub ini bisa memenangi scudetto,’’ sumbar mulut besar Ibra, seperti dilansir laman La Gazzetta dello Sport. Faktanya, sejak adanya Ibra mulai giornata 18, Milan mampu mencatatkan peningkatan persentase menang di Serie A.

Dari 35,2 persen menang sampai giornata 17, persentase kemenangan Milan 14 giornata selanjutnya melonjak jadi 57,1 persen. Laga kemarin pun jadi laga dengan menit bermain paling banyak setelah dia mengalami cedera betis pada awal-awal restart Serie A. Ibra bermain sampai 67 menit. Seperti janji allenatore Milan Stefano Pioli bahwa Ibra bisa kuat bermain sejam lebih.

Artinya, dalam delapan hari terakhir Ibra sudah bermain 137 menit. Dia menyebut, faktor usia bukanlah penghalang baginya. Meski, diakuinya, dia takkan bisa menyamai level permainan seperti ketika dia masih muda di Milan. Dua musim di Milan pada 2010 – 2012, Ibra mengoleksi 56 gol dalam 85 laga di semua ajang. Atau butuh 1,5 laga untuk satu golnya.

Musim ini, dia baru mengoleksi enam gol dari 13 laga di semua ajang. Atau, dia butuh lebih dari dua pertandingan per satu gol Ibra. Tapi, dia menyebut itu sduah cukup besar usahanya dengan usia yang tak muda lagi. ’’Aku bisa sampai di level ini karena kecerdasanku,’’ klaim Ibra.

Saat ditarik pada menit ke-67, Ibra tak henti-hentinya memberi saran ke rekan setimnya. Apakah itu karena dia menyiapkan karirnya sebagai pelatih kelak? ’’Aku Presiden, pemain, dan sekaligus pelatih! Negatifnya, aku hanya dibayar sebagai pemain!,’’ begitu jawaban konyol Ibra, ketika diwawancarai DAZN.

Walaupun, menurut bomber Milan lainnya, Rafael Leao, apa yang dilakukan Ibra selalu mampu memberikan inspirasi bagi dirinya dan pemain-pemain Milan yang lainnya. ’’Dia selalu memberiku saran dan bantuan. Katanya, aku punya bakat di sini (Milan). Aku pasti akan berada di sini musim depan,’’ kata Leao yang juga jadi pencetak gol dalam laga itu.

Ibra memang boleh melakukannya. Apalagi dengan catatan-catatan penting yang mencuat di balik laga tersebut. Bagi Pioli, Ibra sudah ikut memberikan kemenangan pertamanya melawan Juve sepanjang karir melatihnya. Bagi Milan, ini kali pertama mereka berhasil mencetak empat gol ke gawang Juve sejak terakhir melakukannya Maret 1989 silam! Atau sudah tiga dekade lebih.

Dalam kesempatan itu, Ibra pun juga mengisyaratkan takkan berada di Milan lagi musim depan. ’’Mari kita lihat, masih ada satu bulan untuk bersenang-senang. Ada hal-hal yang terjadi di sini yang tak bisa kami kendalikan (menang dalam laga-laga besar). Maaf, mungkin ini adalah kali terakhir mereka menyaksikanku langsung di sini,’’ tuturnya.

Di sisi lain, saat Ibra bersinar, tidak demikian dengan Cristiano Ronaldo, mesin gol Juve. Ronaldo memang ikut mencetak satu dari dua gol Juve, tapi dia bak kehilangan sosok tandem di lini depan dengan absennya Paulo Dybala. Laman Tutto Juve becanda dengan menyebut hasil itu karena efek hilangnya rambut kuncir CR7.

Nah, mungkin kata-kata tentang CR7 satu-satunya yang belum dilontarkan Ibra, malam itu. Seperti Ibra hanya mengakui Ronaldo pemain dari Brasil, bukan Ronaldo kapten Portugal. Atau menyebut CR7 hanya mencari uang semata saat pindah ke Juve. Bukan mencari tantangan. Padahal, victory kemarin jadi kemenangan pertama Ibra atas CR7 setelah terakhir terjadi pada El Clasico di Camp Nou, pada jornada 12 La Liga 2009 – 2010. (ren/*)

Reporter: JPGROUP
Editor: RYAN AGUNG