Ekonomi & Bisnis

JTTS Menjadi Katalisator Kesejahteraan Masyarakat

JAKARTA (BP) – Wakil Komisaris Utama (Wakomut) PT Hutama Karya (Persero) Lukman Edy menyebutkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) bisa menjadi katalisator kesejahteraan masyarakat yang merasakan langsung dampak positif terbukanya bentangan konektivitas dari Lampung hingga Aceh.

Disebutkan Lukman Presiden Jokowi sangat mengandalkan pembangunan JTTS untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi. Harapannya, Jalan Tol Trans Sumatera ini bisa menjadi katalisator kesejahteraan masyarakat yang merasakan langsung dampak positif terbukanya bentangan konektivitas dari Lampung hingga Aceh.

Untuk itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Hutama Karya (HK) saat ini tengah fokus menggenjot percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hal ini, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Presiden Jokowi dalam rapat kabinet sempat membahas perkembangan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Sangat jelas arahan dan perintahnya,” kata Wakil Komisaris Utama (Wakomut) PT Hutama Karya (Persero) Lukman Edy dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com Rabu (8/7).

Disebutkan Lukman, JTTS akan menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi, apalagi di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi dunia saat ini akibat dari Covid-19. JTTS juga akan menimbulkan multiplayer effect hingga 3 kali lipat dari PDB seiring dengan terbukanya konektivitas, efisiensi waktu tempuh, dan tumbuhnya daerah daerah ekonomi baru. Ini yang beliau (Jokowi) harapkan.

Sampai saat ini, lanjutnya, Hutama Karya menjadi BUMN yang mendapatkan kepercayaan presiden untuk membangun Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.765 km dari Lampung hingga Aceh. Berdasarkan Perpres No. 100/2014, yang kemudian direvisi menjadi Perpres No. 117/2015, Hutama Karya telah menyelesaikan tol sepanjang lebih kurang 700 km.

“Pembangunan tol dengan berbagai skema pembiayaan, antara lain equity plus loan, turn key atau EPC Plus Finansial, dan PINA (Pembiayaan Infrastruktur Non APBN),” terangnya.

Meski mendapatkan kepercayaan presiden, sambungnya, pihak Hutama Karya selalu melakukan koordinasi dengan Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, BKPM dan kementerian/lembaga lain untuk mendapatkan jalan terbaik penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera ini,

“Antarlembaga negara ini biar nyambung dan sinergi, kita koordinasikan semuanya, baik dari aspek teknis maupun aspek pembiayaannya, itu kita koordinasikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lukman menyebut pemerintah memberikan dukungan yang cukup kepada Hutama Karya dalam bentuk PMN, “Ini yang kita syukuri. PMN sebagai ekuitas ini sangat berarti, sekaligus memberikan kepercayaan kepada skema-skema pembiayaan dari sumber lain, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” akunya.

Namun demikian, untuk merampungkan tugas salah satu Proyek Strategis Nasional ini sesuai dengan target, Hutama Karya masih membutuhkan dukungan dan kepercayaan dari stakeholder, utamanya suntikan penyertaan modal atau dana investasi yang masih cukup besar

“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, memang benar bahwa saat ini Hutama Karya masih membutuhkan lebih kurang Rp 386 triliun lagi untuk sampai dengan akhir tahun 2024 bisa menyelesaikan secara keseluruhan sebanyak 24 ruas mulai dari Lampung hingga Aceh,” kata politisi yang akrab dengan panggilan LE ini.

Diketahui progres hingga saat ini sepanjang lebih 700 km ruas tol di Jalan Tol Trans Sumatera telah terbangun dengan 368 km ruas tol telah beroperasi penuh. Beberapa ruas tol tersebut di antaranya adalah tol Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140 km, tol Terbanggi – Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189 km, tol Palembang – Indralaya (Palindra) sepanjang 22 km, dan Tol Medan – Binjai (Medbin) seksi 2 dan 3 sepanjang 17 km. (*)

Reporter : JP GROUP

Editor : SUPRIZAL TANJUNG