Lifestyle

Peduli Makanan Sehat

Menjalani gaya hidup sehat bukan hanya sekadar mencegah penyakit, lho, tetapi juga menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial. Terlebih lagi, selain memberikan manfaat untuk diri sendiri, gaya hidup sehat yang kita terapkan bisa menular ke orang-orang di sekitar kita, terutama anak-anak kita.

Lalu gaya hidup sehat seperti apa pilihan Anda dalam kondisi pandemi seperti ini?
Indina, pemilik Prana Living Shop yang selalu terlihat energik ini ternyata punya trik tersendiri dalam menciptakan gaya hidup sehat di rumahnya.

Indina Putri

Menurut Indina, ia menerapkan beberapa langkah dalam menyiapkan makanan sehat untuk seluruh anggota keluarganya, seperti;

1. Bergizi seimbang

2. Sarapan full gizi (bukan kekenyangan).
’’Hal ini sangat penting. Dan sudah menjadi kebiasaan saya dan suami. Tiap hari dimulai dengan minum air putih yang banyak, enzyme, buah potong aneka ragam aneka warna lalu karbo dan protein. Menyesuaikan porsi makanan dengan memperhatikan konsumsi gula, garam dan lemak.

3. Mengatur jadwal makan besar dan snack (supaya lambung tidak kosong lama)

4. Memperhatikan keamanan pangan seperti substitusi MSG/vetsin dengan produk organik.

5. Menggunakan minyak goreng dengan minyak kelapa

6. Memasak santan dengan cara tidak merebus terlalu lama atau menggunakan substitusi produk santan

7. Harus mengonsumsi makanan yang mengandung vit A,E,C,B6, B12 dan zat besi. Yang bisa didapat dari nabati dan hewani

8. Memperhatikan keamanan pada waktu masak seperti rajin cuci tangan.

Prep Salmon and Asparagus in Garlic Lemon Butter Sauce

Peralatan dapur juga selalu dijaga kebersihannya. Cuci/pengeringan/penyimpanan wadah untuk yang metal dan mating harus dipisah; talenan, pisau dan spons untuk mencuci juga terpisah. Bumbu dan sayur wajib dipisah dari buah-buahan dan juga pisahkan dari hewani.

Lalu tempat sampah juga dipisah menjadi tiga jenis; organik, plastik/materi non organik yang basah dan non organik/plastik yang kering (bisa didaur ulang).

”Usahakan menggunakan air yang mengalir,” katanya.

Cuci buah dan sayur (non organik/pesticide) rendam dengan air kran, kemudian rendam 15 menit dengan air campur cuka apple, sesudah itu rendam dengan air matang biasa, dikeringkan ditempat yang bersih baru simpan dikulkas mengurangi penggunaan plastik yang sekali pakai.

Chicken Satay

“Gaya hidup seperti itu sudah menjadi keseharian di keluarga kami, dari sejak anak pertama kami lahir 35 tahun yang lalu,” tutur dia.

Dengan perjalanan waktu, lanjutnya, wawasan bertambah terus dan update dengan kondisi dunia.

“Alhamdulillah kebiasaan-kebiasaan ini terus dibawa oleh kelima anak kami sampai sekarang baik yang laki-laki dan perempuan.”

Dari sebelum Covid, ia cukup pemilih untuk makanan di luar apalagi untuk pesanan online. Biasanya ia memilih yang sudah kenal. Apalagi kondisi Covid begini lebih ekstra hati-hati. Jadi, bukan hanya kualitas makanan (kebanyakan vetsin, berminyak, santal kekentalan dsb) tapi juga dari kemasannya cukup penting. Karena kebanyakan kemasan yang dipakai adalah plastik yang katanya sudah food grade. ”Padahal belum, rata-rata masih menggunakan styrofoam untuk makanan panas, masih menggunakan plastik es untuk juga makanan panas. Biasanya saya tidak jadi beli atau tidak jadi makan,” ungkapnya.

Sekarang, keluarganya, membiasakan menggunakan rantang atau tupperware sendiri, maka dari itu ia lebih prefer belanja di tempat yang sudah dikenal. ”Kecuali packaging mereka sudah benar-benar food grade standard,” ujarnya.

Baked Shrimp and Broccoli Foil Packs with Garlic Lemon Butter Sauce

Jika tidak sempat masak, ia hanya beli lauk. Sedangkan nasi dan sayur selalu masak sendiri. ”Karena biasanya sayuran beli over cooked enzimnya sudah hilang.”
Pemilihan lauk, bebas. Malam hari, sebisa mungkin dia menghindari gorengan, kecuali goreng sendiri yang digoreng dengan minyak yang baik dan sekali pakai, maksimal dua kali pakai.

”Selalu usahakan untuk menjadi sehat dan mempertahankan sehat, karena sakit itu mahal dan membuat kita susah. Ini prinsip saya dan keluarga,” bebernya.
Indina percaya, hubungan interaksi yang positif antara manusia dengan alam akan bermanfaat positif untuk kedua belah pihak. Menurutnya, tubuh akan merespons positif, termasuk emosi dan pikiran.

”Saya juga percaya kalau virus Covid-19 ini terjadi juga adalah hasil sebab akibat dari kelalaian dan sikap take advantage manusia terhadap alam dan dirinya sendiri,” ucapnya.

”Sayangilah tubuh kita sendiri, hormati dan syukuri arsitektur tubuh kita yang super canggih ini, juga sayangilah dan hormatilah alam yang mana adalah sama seperti kita dan tubuh,” pungkas dia. (***)

Reporter & Editor : AGNES DHAMAYANTI