Metropolis

Satu Kelas Diisi 40 Siswa

Wali Kota Batam Muhammad, Rudi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mendengarkan keluhan orangtua calon siswa pada pertemuan masalah pendaftaran peserta didik baru di SMPN 42 Batam, Rabu (8/7). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

BATAM (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Batam memutuskan menampung seluruh siswa yang tak lolos pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk jenjang SMP negeri di wilayah Bengkong. Metode yang digunakan yakni menambah rombongan belajar (rombel) dan memaksakan penambahan jumlah siswa baru untuk masing-masing kelas di tiga SMP negeri yang ada di wilayah tersebut.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menggelar pertemuan dengan orangtua calon siswa yang tidak tertampung di sekolah yang dituju saat PPDB di wilayah Bengkong, Rabu (8/7). Pertemuan dipusatkan di SMPN 4 Batam di Bengkong Polisi, Bengkong.
Ratusan orangtua yang menghadiri pertemuan ini mengaku, anaknya tidak tertampung di dua sekolah yang masuk dalam zonasi tempat tinggal mereka. Yakni, di SMPN 4 Batam dan SMPN 30 Batam.

”Kami bingung mau daftar ke mana lagi. Teman-temannya anak saya sudah diterima semua. Jadi saya harus berjuang agar anak saya juga diterima di sekolah negeri,” kata Priyatno, salah satu orangtua siswa usai menghadiri pertemuan, Rabu (8/7).

Sebelumnya, ia mengaku sudah menjumpai pihak sekolah terkait solusi anaknya yang tidak diterima di pilhan pertama maupun kedua. Pihak sekolah tidak memberikan solusi dan hahya meminta menunggu. Pihaknya juga sudah melapor ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Batam di Sekupang terkait hal ini.

”Kalau diterima di salah satu sekolah, jadi tidak ada masalah. Namun karena tidak ada satu pun yang lolos seleksi, saya bersama ratusan orangtua lainnya merasa bingung dan khawatir anak tidak dapat sekolah hingga tahun ajaran baru dimulai nanti,” ujarnya.

Kota Batam, Muhammad Rudi, kemudian memerintahkan tiga SMP negeri di Kecamatan Bengkong menambah rombongan belajar (rombel) pada tahun ajaran baru 2020/2021. Tujuannya untuk menampung calon siswa yang sebelumnya tak diterima saat proses PPDB online karena alasan jarak.

Tiga SMPN yang ada di Kecamatan Bengkong yaitu SMPN 30, SMPN 4, dan SMPN 64 Batam berdasarkan rencana daya tampung (RDT), sebenarnya tidak mampu menampung jumlah pelamar yang melebihi kuota.

”Rombel akan ditambah, dan anak akan diterima. Tapi karena ada batas kemampuan sekolah, maka akan dipecah,” tutur Rudi usai pertemuan dengan orang tua calon siswa SMP Kecamatan Bengkong di SMPN 4 Batam.

Selain menambah rombel, Rudi juga memerintahkan sekolah untuk memaksimalkan jumlah siswa per kelas. Sehingga, jumlah siswa yang tertampung terpaksa menjadi lebih banyak dari yang semestinya, yakni 40 siswa per kelas.

Dan terkait seragam, Rudi juga menyampaikan ke sekolah-sekolah, agar warga yang tidak mampu, tak perlu pakai seragam baru dulu. (*)

Reporter: Yulitavia
Editor : Andriani Susilawati