Nasional

Tangkap Djoko Tjandra, Pemerintah Aktifkan Lagi Tim Pemburu Koruptor

ILUSTRASI: Buron Kejagung Djoko Tjandra

JAKARTA (BP) – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menanggapi serius tak kunjung tertangkapnya Djoko Tjandra. Dia menyebut pemerintah berencana mengaktifkan kembali Tim Pemburu Koruptor untuk melakukan pengejaran.

“Kita itu punya tim pemburu koruptor. Ini mau kita aktifkan lagi,” kata Mahfud kepada wartawan, Kamis (9/6).

Tim ini beranggotakan Polri, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Hukum dan HAM. “Nanti mungkin dalam waktu yang tidak lama tim pemburu koruptor ini akan membawa orang juga pada saatnya, akan memburu Djoko Tjandra,” ucap Mahfud.

Dia menyampaikan, tim ini sebetulnya sudah pernah dibuat. Namun, masa tugasnya habis karena Inpres yang mengatur pembentukan tim tersebut tidak diperpanjang lagi.

“Kita akan coba perpanjang, dan Kemenko Polhukam sudah punya instrumennya dan kalau itu diperpanjang langsung nyantol ke Inpres itu,” pungkas Mahfud.

Diketahui, Djoko Tjandra buron dan melarikan diri ke Papua Nugini setelah Mahkamah Agung (MA) menerima peninjauan kembali Kejagung terkait kasus korupsi cessie Bank Bali pada 2009 lalu.

Majelis PK MA memvonis Direktur PT Era Giat Prima itu bersalah dan menjatuhkan hukuman 2 tahun pidana penjara. Selain itu, Joko Tjandra juga dihukum membayar denda Rp 15 juta serta uangnya di Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dirampas untuk negara.

Sehari sebelum putusan MA pada Juni 2009, Djoko diduga kabur meninggalkan Indonesia dengan pesawat carter dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Port Moresby, Papua Nugini. Djoko kemudian diketahui telah pindah kewarganegaraan menjadi Papua Nugini pada Juni 2012.

Setelah 11 tahun buron, Djoko Tjandra dikabarkan kembali ke Indonesia. Bahkan, Djoko Tjandra mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) terkait perkara yang menjeratnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 8 Juni 2020 lalu.(*)
Reporter: JP GROUP
Editor: JAMIL QASIM