Ekonomi & Bisnis

93 Persen Generasi Muda Ingin Berwirausaha dan Tangani Polusi

Survei yang dilakukan oleh Cambridge Assessment International Education pada tahun 2019 menunjukkan pelajar Indonesia berusia 13-19 tahun memiliki minat dan perhatian yang besar pada isu global terkait lingkungan. Hal itu memicu kepiawaian mengelola usaha mikro berorientasi lingkungan. (Istimewa)

JAKARTA (BP) – Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Puni A. Anjungsari mengatakan, sebanyak 21 persen pelajar meyakini, polusi termasuk sampah plastik adalah masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Selain itu, sebagian besar generasi muda Indonesia atau sebanyak 93 persen sangat bersemangat untuk berwirausaha sekaligus menangani masalah polusi tersebut.

“Bisnis yang diinisiasi oleh generasi muda Indonesia semakin menunjukkan tren yang positif akhir-akhir ini. Meningkatnya minat berwirausaha ini perlu diikuti dengan kesadaran untuk mengelola bisnis secara bertanggung jawab,” ujarnya dalam Konferensi Pers Virtual, Sabtu (8/8).

Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner mengatakan, hal itu tercermin dari 12 SMA dan SMK di Jakarta dan Cileungsi yang bersaing dalam menunjukkan kepiawaian mengelola usaha mikro berorientasi lingkungan.

Hal itu digelar dalam kegiatan Regional Student Company Competition 2020 yang diselenggarakan secara daring oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Citi Indonesia (Citibank), Caterpillar Indonesia, dan PT AIG Insurance Indonesia (AIG Indonesia).

Dalam kompetisi kewirausahaan ini, para pelajar memaparkan kinerja dari perusahaan yang dikembangkan kepada enam juri dari kalangan profesional bisnis. Kedua belas sekolah tersebut, antara lain SMAN 35 Jakarta, SMAN 71 Jakarta, SMAN 81 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 26 Jakarta, SMKN 27 Jakarta, SMKN 63 Jakarta, SMKN 66 Jakarta, SMAN 1 Cileungsi, SMA Muhammadiyah Cileungsi, SMK Muhammadiyah 1 Cileungsi, dan MA Al-Fatah Cileungsi.

Melalui program ini, para pelajar dibina untuk mendirikan dan mengoperasikan sebuah perusahaan (SC-Student Company) di sekolah. Hal ini termasuk menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, melakukan penjualan produk, hingga likuidasi perusahaan. Selama periode program, proses pendampingan bisnis secara intensif dan berkelanjutan juga diberikan oleh mentor PJI dan profesional bisnis.

“Tahun ini, lebih dari 250 pelajar di 12 SMA dan SMK di Jakarta dan Cileungsi berkesempatan untuk memiliki wawasan dan pengalaman bisnis yang komprehensif dengan mengoperasikan sebuah perusahaan siswa (SC-Student Company) di sekolah,” tuturnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung