Total Football

Tuan Rumah Liga 2 Hanya Dapat Subsidi Rp 200 Juta

Direktur Operasional PT LIB Sudjarno. (F. Skor.id)1

batampos.idDrawing Liga 2 selesai dilaksanakan. Ada empat tim yang terpilih jadi tuan rumah babak penyisihan Liga 2. Yakni, Badak Lampung FC, PSCS Cilacap, PSPS Riau, dan PSMS Medan. Kenapa mengerucut menjadi empat tim?

’’Ya, setelah kami mengatakan soal kewajiban penyelenggara (tuan rumah), dari enam tim itu, Persis Solo mundur. Jadi, akhirnya lima tim saja yang kami drawing,’’ ujar Direktur Operasional PT LIB Sudjarno, Rabu (19/8).

Komitmen yang dijelaskan Sudjarno adalah syarat-syarat tuan rumah babak penyisihan Liga 2. Salah satunya menanggung seluruh biaya penyelenggaraan pertandingan sesuai protokol kesehatan. Tuan rumah juga harus menanggung biaya transportasi lokal setiap klub saat pertandingan.

Sudjarno menyadari bahwa kondisi pandemi saat ini menyulitkan banyak pihak. Karena itu, LIB sebagai operator memberikan bantuan berupa subsidi. Baik untuk tuan rumah maupun peserta.

’’Tapi, untuk pra pertandingan, semua biaya ditanggung klub. Entah klub tuan rumah ataupun tim tamu,’’ tuturnya.

Nilai subsidi tambahan memang berbeda. Untuk tuan rumah, LIB memberikan Rp 200 juta kepada empat tim. Sementara itu, tim tamu mendapatkan dana tambahan yang berbeda-beda, bergantung lokasinya.

Di luar itu, LIB juga memberikan subsidi untuk format baru dalam lanjutan Liga 2. Tiap tim akan mendapatkan jatah Rp 600 juta. Subsidi tersebut akan dibayar lima termin.

’’Kami sedang menyusun jadwal. Nanti pada 17 Oktober Liga 2 dimulai sampai 5 Desember,’’ paparnya.

Lantas, bagaimana tanggapan klub? PSMS Medan selaku tuan rumah menuturkan, sebenarnya subsidi tambahan Rp 200 juta tidak cukup. Hal tersebut dijelaskan Sekretaris Umum Julius Raja ketika dihubungi Jawa Pos kemarin. Untuk jadi tuan rumah, PSMS sebenarnya membutuhkan dana setidaknya Rp 600 juta.

’’Kami menyadari risiko itu sejak awal. Tapi, mau bagaimana lagi, komitmen jadi tuan rumah memang harus begitu. Kami juga mendapat bantuan dari pemerintah daerah. Jadi, tidak ada masalah meski rugi,’’ jelasnya.

Walau merugi, keuntungan lain bisa didapat PSMS ketika jadi tuan rumah. ’’Secara moral menguntungkan. Sebab, kami ini mau kembali mengangkat martabat dan harkat Sumatera Utara. Dengan ini, UMKM juga bisa terbantu,’’ lanjutnya.

Netralitas Hilang, Persis Memilih Mundur

Alasan mundurnya Persis Solo sebagai kandidat tuan rumah terjawab kemarin. Selain banyak regulasi sebagai tuan rumah yang memberatkan, ada alasan lain yang membuat Persis mantap untuk mundur.

’’Salah satu yang menjadi pertimbangan terkait diskresi PT LIB. Di situ disebutkan apabila Persis Solo terpilih menjadi salah satu tuan rumah dan pada saat drawing PSIM Jogjakarta masuk satu grup bersama Persis, undian PSIM akan dianulir dan di-drawing kembali untuk mengisi grup selain Persis Solo,’’ ucap Manajer Persis Hari Purnomo.

Hari mengatakan, diskresi tersebut mencederai netralitas pelaksanaan drawing. Apalagi, tidak ada penjelasan mengapa ada diskresi yang dikeluarkan PT LIB. Merasa tidak adil, Persis pun memilih mundur.

’’Kami merasa asas netralitas yang menjadi dasar sepak bola hilang saat PT LIB mengeluarkan diskresi tersebut,’’ tambah Hari. (*)

Hasil Drawing Plus Subsidi Tambahan Babak Penyisihan Liga 2

Grup A Subsidi

  • Badak Lampung FC (Rp 200 juta)*
  • Babel United FC (Rp 20 juta)
  • Perserang Banten (Rp 330 juta)
  • PSBS Biak (Rp 100 juta)
  • Cilegon United (Rp 30 juta)
  • Persewar Waropen (Rp 100 juta)

Grup B

  • PSCS Cilacap (Rp 200 juta)*
  • Kalteng Putra (Rp 30 juta)
  • Persiba Balikpapan (Rp 30 juta)
  • PSKC Cimahi (Rp 10 juta)
  • Persis Solo (Rp 10 juta)
  • PS Hizbul Wathan (Rp 10 juta)

Grup C

  • PSPS Riau (Rp 200 juta)*
  • Mitra Kukar (Rp 50 juta)
  • Martapura FC (Rp 50 juta)
  • Putra Sinar Giri FC (Rp 30 juta)
  • AA Tiga Naga (Rp 20 juta)
  • PSIM Jogjakarta (Rp 30 juta)

Grup D

  • PSMS Medan (Rp 200 juta)*
  • Sulut United (Rp 75 juta)
  • Semen Padang (Rp 20 juta)
  • Persekat Tegal (Rp 30 juta)
  • Persijap Jepara (Rp 30 juta)
  • Sriwijaya FC (Rp 20 juta)

*Tuan rumah

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung