Home

Tersangka Narkoba Diupah Rp 66 Juta

Kurir Narkoba yang Dikendalikan Napi Lapas Tembilahan

Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur (kanan) bersama Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman, memberikan keterangan pengungkapan narkoba dengan pengendali dari Lapas Tembilahan, saat ekspos di Mapolresta Barelang, Selasa (1/9). (F. Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Lima tersangka narkotika jenis sabu yang diamankan Satres Narkoba Polresta Barelang, mengaku hanya sebagai kurir. Mereka masing-masing diupah Rp 66 juta untuk membawa seluruh barang haram tersebut atau sebanyak 11,5 kilogram (kg).

Lima tersangka yang diamankan, yakni P, 44, warga Tanjungbatu; S, 39, warga Tanjungbatu; YM, 21, warga Bengkong; TS, warga Bengkong; serta CM, warga Tembilahan, Riau.

Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, mengatakan, para tersangka diupah sesuai tugasnya. Rencananya, upah tersebut akan diterima saat sabu sampai di Palembang.
”Untuk 1 kilogram sabu, diupah Rp 6 juta. Upah itu belum diterima mereka,” ujar Yos, kemarin.

Yos menjelaskan, para tersangka memiliki tugas yang berbeda. P bertugas mengantarkan sabu dari perairan Pulau Terong menuju Tembilahan, kemudian S dan CM bertugas menjemput dari perairan Tembilahan menuju Hotel Harmoni Tembilahan. Sedangkan YM dan TS, bertugas mengantarkan sabu tersebut dari Tembilahan menuju Palembang.

”Rencananya, sabu ini akan diedarkan di Palembang. Penyelundupan dan pengeda-rannya diatur oleh napi Lapas Tembilahan berinisial R alias Z. Saat ini dia kabur dari Lapas,” kata Yos.

R alias Z diketahui merupakan napi Lapas Tembilahan yang tersandung kasus narkotika. Ia divonis kurungan penjara selama 23 tahun pada 2016 lalu. Pria 51 tahun ini kabur saat menjalankan tugas sebagai Tenaga Pendamping (Tamping) pemuka dapur.

”Dari keterangan pihak Lapas, yang bersangkutan kabur dua hari sebelum kedatangan kami,” ungkap Yos.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman, mengatakan, pihaknya masih memburu tiga orang. Mereka yakni W, yang berperan sebagai kurir, JJ yang berperan sebagai pemasok sabu dari Malaysia, dan R alias Z.

”JJ ini merupakan warga Malaysia. Dia yang memasok ke Indonesia, dan dijemput oleh tersangka P dan W yang DPO saat ini,” sebutnya.

Rahman menjelaskan, saat ini Batam merupakan daerah seksi narkoba atau daerah terbuka. Dimana, Batam menjadi jalur utama penyelundupan sabu dari Malaysia.
”Untuk memberantas narkotika ini, perlu kerja sama semua pihak,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri
Editor: Andriani Susilawati