Kepri

SMKN I Batam Dapat Dukungan dari Telkom Indonesia, Kelas Industri Telkom Pengganti Kelas Axioo

Kadisdik Kepri, M Dali dan GM Telkom wilayah Kepulauan Munnawir memperlihatkan MoU terkait Kelas Industri Telkom di SMKN 1 Batam, Kamis (17/9/2020). (f. Eusebius Sara/Batam Pos)

batampos.id – Kelas Industri di SMKN I Batam bertambah. Adalah kelas Industri Telkom yang didukung oleh Telkom Indonesia demi mencetak lulusan SMK yang siap bersaing. Sebelumnya sekolah yang dikepalai Lea Lindrawijaya ini sudah memiliki tiga kelas industri lain yakni TDK, Schneider dan Axioo.

Kelas Telkom ini merupakan pengganti kelas Axioo yang mana kelas Axioo sudah ditutup tahun lalu. Kelas Axioo sendiri masih bertahan hingga saat ini sebab siswa yang sudah duluan mendaftar belum semuanya tamat. Pada PPDB yang baru saja dilewati kelas Axioo sudah tidak dibuka dan diganti dengan kelas Telkom ini.

Sebagai seremonial pembukaan kelas Telkom ini, jajaran petinggi Telkom wilayah Riau Kepulauan dan SMKN I gelar acara peresmian Lab kelas Telkom dan penandatangan MoU di aula SMKN I Batam, Kamis (17/9) pagi. Seremonial ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri M. Dali.

Kepala SMKN I Batam, Lea Lindrawijaya menyambut baik dukungan dari pihak Telkom Indonesia tersebut. Kerja sama ini murni untuk kemajuan dunia pendidikan di Kepri khususnya di SMKN I dalam hal memberikan kompetensi kepada siswa bagian informasi. “Untuk kelas Telkom ini masuk jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Sebelumnya memang ada kelas Axioo tapi karena satu dan lain hal maka diganti dengan kelas Telkom ini,” ujar Lea.

GM PT Telkom Wilayah Riau Kepulauan, Munnawir menyebutkan, pembukaan kelas Telkom pertama di Kepri ini merupakan bentuk dukungan dari PT Telkom sebagai perusahaan BUMN untuk memajukan dunia pendidikan di Kepri. Dukungan ini tidak sebatas membuka kelas saja tapi juga perlengkapan belajar, modul hingga sertifikasi tenaga pengajar yang akan mengajar di kelas Telkom tersebut. “Dukungan penuh yang kami berikan. Nanti pun kalau ada tamatan dari sini yang berkompeten akan kita rekrut langsung. Semua tamatan dari kelas Telkom ini akan disertifikasi untuk kompetensi yang dimiliki,” kata Munnawir.

Kadisdik Kepri, M Dali dalam arahannya berharap agar kerja sama antara SMKN I dan pihak PT Telkom tetap berjalan dengan baik ke depannya sehingga semakin banyak program untuk meningkatkan kompetensi siswa SMKN I.

“Kita tahu bahwa data dari BPS sering menyebutkan angka pengangguran terbanyak disumbangkan oleh tamatan SMK. Ini yang harus kita benahi bersama. Sebenarnya bukan karena tak punya kemampuan tapi lowongan kerjanya yang susah. Kompetensi untuk SMK sudah sangat baik dan akan terus kita benahi ke depannya. Saya bersyukur karena Telkom bisa turut ambil andil untuk masalah ini sehingga kedepannya tamatan SMK bisa bersaing di dunia kerja,” ujar Dali. (*)

Reporter: Yulitavia
Editor: Andriani Susilawati