Sport

KONI NTB Minta Sterilkan Dua Fasilitas Latihan

Atlet panjat tebing NTB berlatih di Gelanggang Pemuda dan Olahraga, belum lama ini. (F. Pujo/Lombok Post)

Batampos.id – KONI NTB meminta pemerintah untuk menutup sementara dua fasilitas yang akan digunakan atlet-atlet NTB menjalani pemusatan latihan.

”Tadi kita sudah rapat pimpinan lanjutan membahas persiapan pelatda sentralisasi yang akan dimulai 1 Oktober,” ujar Ketua KONI NTB H Andy Hadianto, kemarin (17/9).

Dalam rapat tersebut juga dibahas persiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan atlet. Dimana KONI meminta pemerintah untuk menutup sementara beberapa fasilitas yang akan digunakan atlet berlatih maupun tinggal.

”Ada dua tempat yang kita minta ditutup sementara bagi umum. Jadi hanya boleh digunakan atlet saja,” katanya.

Andy menjelaskan, dua lokasi tersebut adalah GOR 17 Desember dan Gelanggang Pemuda dan Olahraga.Penutupan untuk umum ini merupakan salah satu cara agar atlet-atlet bisa aman berlatih di tengah pandemi covid-19.

Selain dua lokasi tersebut, ada empat lokasi lain yang akan digunakan atlet-atlet NTB untuk berlatih maupun tinggal selama menjalani pemusatan latihan. Seperti Sasana Notorius KSB, Rusunawa Batulayar, pusat latihan tarung derajat Dompu, dan lapangan futsal serta mess Mataram Futsal.

”Ada usulan baru dari cabor futsal bisa tinggal sekaligus berlatih di Mataram Futsal. Karena disana juga sudah ada mess bagi atlet,” katanya.

Andy menambahkan, dalam waktu dekat KONI NTB akan mengecek fasilitas di seluruh lokasi tersebut. Tujuannya untuk melengkapi fasilitas yang masih belum tersedia.

Lebih lanjut, Andy mengatakan untuk pemeriksaan kesehatan pihaknya akan berkoordinasi dengan gugus tugas provinsi dan kabupaten/kota. Harapannya sebelum tiba di Mataram, atlet-atlet yang berasal dari luar Mataram bisa menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dulu. Minimal menjalani rapid test.

”Kita nanti koordinasi dengan KONI kabupaten/kota juga agar atlet harus rapid test dulu,” tegasnya. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung