Sport

KONI NTB Lanjutkan Sentralisasi Pelatda PON

Atlet panjat tebing NTB menjalani latihan di Gelanggang Pemuda dan Olahraga, beberapa waktu lalu. Mulai 1 Oktober mendatang, seluruh atlet NTB akan memulai kembali pelatda. (F. Pujo/Lombok Post)

batampos.id – Atlet-atlet NTB yang akan turun di PON Papua 2021 kembali menjalani pelatihan sentralisasimulai besok. Sebelum pelatda dibuka, atlet-atlet akan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dulu hari ini.

”Semua atlet sudah kita panggil. Mereka akan kita terima di Rusunawa Batulayar besok,” ujar Ketua KONI NTB Andy Hadianto usai memimpin rapat koordinasi pelatda sentralisasi, kemarin (29/9).

Atlet harus melaksanakan protokol covid-19. Mulai dari pemeriksaan suhu dan menjalani rapid test. Jika ada atlet yang hasilnya menunjukkan reaktif, maka akan diambil tindakan medis lanjutan, seperti tes swab. ”Kita melibatkan dinas kesehatan,” katanya.

Pelatda sentralisasi kali ini berbeda dengan Pelatda PON sebelumnya. Karena digelar di tengah pandemi covid-19. Salah satu yang berbeda adalah tempat tinggal atlet. Sebelumnya atlet tinggal di Rusunawa Batulayar, untuk pelatda sentralisasi mereka akan tinggal di tempat terpisah.

Atlet dari cabor tarung derajat akan tinggal dan berlatih di Dompu; cabor tinju akan berlatih dan tinggal di Sasana Notorius KSB; cabor atletik, tarung derajat, dan voli pasir akan tinggal di GOR 17 Desember. Cabor panjat tebing ditempatkan di Gelanggang Pemuda dan Olahraga, cabor futsal ditempatkan di Mataram Futsal Dasan Cermen.

Untuk Rusunawa Batulayar akan digunakan sebagai tempat tinggal oleh cabor tenis lapangan, selam, kempo, biliar, muaythai, menembak, pencak silat, tinju, renang, balap motor, dan karate.

”Ada enam lokasi yang kita gunakan untuk atlet berlatih dan tinggal. Semua sudah kita cek kelengkapannya kemarin,” jelasnya.

Terkait hasil pengecekan venue yang akan digunakan, Andy mengatakan ada beberapa perbaikan kecil. ”Hanya butuh dibersihkan. Tidak terlalu berat dan itu sudah mulai dikerjakan sejak Senin,” cetusnya.

Terkait dispensasi atlet dan pelatih yang akan mengikuti pelatda sentralisasi, Andy mengatakan pihaknya sudah menyiapkan blanko untuk mengurus dispensasi di instansi masing-masing.

”Sebenarnya dispensasi ini sudah diurus di awal Pelatda PON lalu. Karena saat itu status dispensasi hingga PON berlangsung. Tapi kalau masih ada yang membutuhkan surat dispensasi, kami sudah siapkan di kantor,” paparnya.

Lebih lanjut, Andy mengatakan pelaksanan pelatda sentralisasi ini butuh kerja sama dan kedisplinan yang tinggi. Karena dilaksanakan di tengah pandemi covid-19.

Untuk itu Andy berharap seluruh elemen mulai dari atlet, pelatih, pengprov, dan KONI tetap menjaga kekompakan dan memahami tugas masing-masing. Dengan dimulainya Pelatda Sentralisasi maka Program Latihan Mandiri resmi berakhir.

”Alhamdulillah program latihan mandiri bisa berjalan lancar. Terima kasih atas kerja sama atlet dan pelatih yang sudah menjalankan latihan mandiri,” ujar Ketua Program Latihan Mandiri Nur Haedin.

Pria yang akrab disapa Edo ini meminta seluruh atlet dan pelatih untuk tetap disiplin dalam menjalani pelatda sentralisasi yang akan dimulai 1 Oktober. ”Mari tetap kita jaga kekompakan. Agar target di PON Papua bisa terealisasi,” tegasnya. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung