Home

Sembunyikan Sabu di Dalam Bra, Tiara Ditangkap di Bandara Hang Nadim

batampod.id – Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim mengamankan seorang laki-laki dan perempuan di Security Check Point (SCP) Pertama terminal keberangkatam, Minggu (11/10/2020) pagi.

Dari pemeriksaan petugas ditemukan sabu seberat 117 gram, yang disembunyikan di dalam bra.

“Pasangan, tapi bukan suami istri. Keduanya rencana akan berangkat menuju Lombok dengan transit di Jakarta,” kata Direktur Bandar Udara dan Telekomunikasi Informasi Komunikasi, Suwarso, Minggu (11/10/2020).

Berdasarkan kartu identitas yang mereka miliki perempuan bernama Shanty Mariana,39 berprofesi sebagai guru. Sedang laki-laki, Ade Sofyan,36.

Namun, Suwarso sedikit sangsi dengan identitas perempuan tersebut. Karena berdasarkan pengakuannya ke petugas mengaku namanya Tiara. Berbeda dari Kartu Tanda Penduduk yang dimilikinya.

Selain itu, foto di KTP dengan wajahnya juga sedikit berbeda.

“Bisa jadi (KTP dipalsukan), tapi ini nanti didalami petugas berwenang,” ungkap Suwarso.

Kedua orang ini, kata Suwarso tidak terlalu banyak bicara. Keduanya memilih diam, saat ditanyakan sabu itu didapat dari siapa.”Cuman bilang Batam saja. Tapi karena sudah terlalu ramai, jadi dibawa langsung petugas Bea Cukai,” ucapnya.

Penangkapan ini, bermula dari kecurigaan petugas Avsec saat melihat gerak gerik kedua orang tersebut saat akan memasuki terminal keberangkatan Hang Nadim.

Petugas membiarkan keduanya masuk. Begitu memasuki pintu walkthought, alarm peringatan berbunyi. Sehingga petugas melakukan pemeriksaan manual.

“Perempuan diperiksa petugas perempuan, yang laki-laki diperiksa petugas laki-laki,” ucap Suwarso.

Begitu diperiksa manual, perempuan ini mulai kelihatan gugup. Petugas memeriksaan bagian tangan lalu di bagian dada. Di bagian itu petugas merasakan ada yang aneh. Sehingga perempuan tersebut dibawa ke ruangan khusus, untuk mengecek secara keseluruhan.

“Ternyata memang ada sabu. Disembunyikan pakaian dalamnya. Di laki-laki kami tidak temukan,” ungkap Suwarso. (*)

Reporter: Fiska Juanda
Editor: Andriani Susilawati