Home

Ketangkap Tak Pakai Masker, Warga Karimun Disuruh Nyanyi

Warga yang ketahuan tak memakai masker diminta bernyanyi sebagai efek jera. (f.sandi/batampos.id)

batampos.id – Pemerintah Kecamatan Kundur Utara, sejak dua hari terakhir menerapkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 49 Tahun 2020 tentang Disiplin Protokol Kesehatan (Prokes). Salah satu sanksi yang diberikan kepada warga yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) dalam bentuk sanksi sosial. Yakni, membaca Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Sejak Perbup mulai diberlakukan, dari Kecamatan bersama unsur TNI-Polri melaksanaka razia. Bagi masyarakat yang terjaring razia Prokes, seperti tidak menggunakan masker diberi sanksi sosial. Yakni, membaca teks Pancasila dan ada juga menyanyikan lagu Indonesia Raya,” ujar Camat Kundur Utara (Kuta), M Isnaidi, Jumat (16/10/2020).

Setelah itu, pihakya melakukan pendataan dan memberikan masker. Sekaligus tim memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pentingnya menggunakan masker ketika berada di tempat umum.

Hal yang sama juga dilakukan di Kecamatan Meral, mereka melakukan razia gabungan dari Kabupaten Karimun yang dipimpin oleh Satpol PP Karimun. Camat Meral Herisa Anugerah, mengatakan pihaknya terus melakukan imbauan kepada masyarakat mulai dari pemberian brosur secara gratis akan pentingnya menerapkan prokes.

“Susah betul masyarakat ini, padahal sudah kita imbau. Ada yang tidak gunakan masker kita kasih, tapi besoknya tetap juga tidak menggunakan masker. Pas ada razia gabungan, banyak juga yang terkena sanksi sosial maupun sanksi denda,” ujarnya.

Sementara itu informasi yang dihimpun, data yang terjaring penerapan disiplin protokol kesehatan diwilayah Kecamatan Meral yang terkena pelanggaran denda administrasi ada 17 orang dan pelanggaran sanksi sosial dalam hal ini membersihkan jalan cukup banyak 45 orang dengan total keseluruhan 62 orang dan denda administrasi Rp 850 ribu.

Sebelumnya, pada hari pertama Selasa (13/10) lalu masyarakat yang melanggar ada yang membayar sanksi denda administrasi 18 orang, kemudian sanksi sosial 63 orang dengan total keseluruhannya 81 orang. (*)

Reporter: Sandi-Tri
Editor: Tunggul