Ekonomi & Bisnis

Warga Batam Berlomba-Lomba Titip Tabung Gas Kosong ke Pengkalan

Yanto, pemilik pangkalan gas lpg 3 kilogram menunggu agen mengantar gas ke pangkalannya di Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (16/10/2020). (F. Dalil Harahap/batampos.id)

batampos.id- Warga di Batuaji dan Sagulung berlomba-lomba metitip tabung gas kosong ke pangkalan terdekat Kamis (15/10/2020) sore hingga Jumat (16/10/2020) siang kemarin. Ini merupakan upaya warga agar bisa mendapatkan pasokan gas di pangkalan.

Selama ini warga kesulitan mendapatkan pasokan gas sebab, pangkalan selalu kehabisan stok jika datang pada waktu yang bukan jadwal pengantaran gas dari agen. Pasokan gas yang diantar ke pangkalan berkurang dari kuota normal sehingga tidak bisa mengakomodir semua kebutuhan warga sekitar pangkalan. Warga yang pekan sebelumnya tidak kebagian stok gas akhirnya titip tabung gas kosong ke pangkalan, dengan harapan saat ada jadwal pengantaran nanti kebutuhan mereka bisa terakomodir.

“Memang begitu sekarang. Itupun (Penitipan tabung gas) masih pakai sistem siapa duluan karena yang titip juga banyak dan melebihi kuota gas yang diterima pangkalan. Kalau yang titip sudah sesuai dengan kuota yang ada, maka yang titip berikutnya ditolak oleh pihak pangkalan,” ujar Marlina, warga Marina, Jumat (16/10/2020).

Pihak pangkalan mengakui penerapan sistem titip tersebut. Itu terjadi bukan karena permintaan pihak pangkalan tapi kemauan warga sendiri. Warga yang kuatir tak kebagian stok gas akhir rela menitipkan tabung gas kosong mereka ke pangkalan.

“Sudah rutinitas itu. Mereka (warga) tahu jadwal pengantaran gas jadi, dua hari menjelang jadwal pengantaran gas sudah mulai titip. Yang titip sekarang ini misalkan mereka tahu kalau besok ada jadwal pengantaran gas,” ujar Yanti, pemilik pangkalan di Aviari, Batuaji.

Yanti juga mengakui jika jumlah warga yang akan menitipkan tabung gas kosongnya ke pangkalan selalu melebihi kuota normal dari pangkalan. Itu memang jadi masalah tersendiri sebab, warga yang titip setelah kuota terpenuhi akan protes dan prasangka buruk terhadap mereka.

“Hari ini misalkan sudah mau 60 yang datang mau titipkan tabungnya. Padahal kuota yang kita terima paling 30 sampai 40 tabung. Nah yang sisa tak kenagian ini pasti protes nanti. Dibilang jual ke pengecer lah, suling lah dan lain sebagai. Padahal kuota sebenarnya yang bermasalah,” tutur Yanti. (*)

Reporter: Eusebius Sara
Editor: Tunggul