Home

Dukung Biden, Obama Kritisi Akun Bank Trump di Beijing

Mantan Presiden AS Barack Obama berpidato di depan para pendukung Biden-Harris saat kampanye drive-in di Kota Philadelphia, Pennsylvania (F Alex Edelman/ AFP via JPG)

batampos.id – Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama menyatakan dukungannya kepada calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020, pada 3 November mendatang.

Menjelang debat terakhir calon presiden, petahana, Trump masih saja sibuk berkampanye keliling negeri. Sebaliknya, Joe Biden bisa dengan tenang mempersiapkan mental dengan dukungan kawannya, Barack Obama. Pekan ini saja, Biden malah memilih berkonsolidasi dengan tim kampanyenya di Delaware. ia mengaku tak khawatir soal upaya menggalang dukungan menjelang 3 November.

Mewakili Biden, Obama berbicara di depan ratusan warga yang menyaksikan kampanye dari atas mobil masing-masing di Kota Philadelphia, Pennsylvania, Selasa (20/10/2020) lalu. “Saya tak peduli hasil survey. Banyak mereka yang tak berhasil karena mereka malas dan cepat puas hati. Tapi tidak untuk kali ini,” ujar Obama berapi-api.

Dalam orasi itu, suami dari Michelle Obama itu memilih mengeluarkan semua unek-unek dalam empat tahun terakhir. Dia mendata semua kelemahan yang sedang dimiliki kandidat lawan. Termasuk temuan New York Times terbaru yang menyatakan bahwa perusahaan Trump memiliki akun bank rahasia di Tiongkok.

Trump sering mengkritik perusahaan yang menaruh investasi di Negeri Tirai Bambu itu. Padahal, Trump International Hotels Management membayar pajak senilai USD 188 ribu (Rp 2,7 miliar) pada periode 2013 hingga 2015 terkait investasi di Tiongkok. “Bayangkan jika Barack Obama ketahuan punya akun bank di Tiongkok. Fox News akan memanggil saya Beijing Barry,” teriak Obama.

Obama juga membuktikan bahwa dirinya merupakan sosok yang berhasil merebut hati AS dua kali untuk menjadi presiden. Dia menyebutkan bahwa upaya Republik untuk menghapus Affordable Care Act alias Obamacare sama sekali tak beralasan. ”Selama sepuluh tahun mereka sudah mengatakan bahwa aturan yang jauh lebih baik akan siap. Dan kita menunggu rencana itu sampai sekarang,” ujarnya menurut Agence France-Presse.

Tak lupa, Obama menyebut kesalahan paling fatal Trump, yakni penanganan Covid-19. Dia menegaskan bahwa jagoannya, Biden, bakal lebih sigap melacak dan mendengarkan pendapat ilmuwan. ”Yang jelas, Biden tak akan menggelar acara di Gedung Putih yang justru jadi pusat persebaran,” tegasnya.

Trump berusaha menyerang balik Obama saat mengunjungi Negara Bagian North Carolina. Namun, bidikan suami Melania itu tak tertuju langsung ke pendahulunya tersebut. Tetapi ke mantan rivalnya pada Pilpres AS 2016. ” Obama bekerja keras saat kampanye Hillary Clinton. Pada akhirnya dia lebih marah dari Hillary saat hasil pemilu diumumkan,” cetusnya.

Saat ini hasil survei sementara berpihak ke Biden. Di Pennsylvania, capres Demokrat itu menang 53 persen suara berbanding 43 persen yang diperoleh Trump. Sedangkan survei di Negara Bagian Florida menunjukkan bahwa Biden memimpin 4 persen. Namun, tak ada survei yang bisa menjamin kemenangan Biden. (*)

Reporter: JPG
Editor: Chahaya Simanjuntak