Home

Kerabat Jauh Presiden Jokowi Minta Pelaku Pembunuhan Istrinya Dihukum Mati

batampos.id – Masih ingat penemuan mayat wanita di mobil yang terbakar? Ternyata korban tersebut bernama Yulia. Suaminya seorang dokter spesialis saraf di RSUD dr Soediran mangun Sumarso, Wonogiri. Dia adalah Achmad Yani, yang masih kerabat jauh Presiden Joko Widodo dari Sukoharjo.

Setelah pelaku pembunuhan istrinya ditemukan, Achmad Yani meminta kepada polisi supaya pelaku pembunuhan istrinya dihukum mati juga.

Ia tak mampu menahan emosinya setelah bertemu dengan pelaku yang menghabisi nyawa istrinya di Mapolres Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (23/10/2020) lalu.

Pelaku adalah E atau Eko, 30, warga Ngesong, Desa Pohgogor, Kecamatan Bendosari. Dia ditangkap Kamis (22/10) dini hari. Dihadapan wartawan, awalnya Achmad Yani mengapresiasi langkah cepat polisi mengungkap kasus tersebut, karena ia dan keluarga kini tak memiliki ganjalan perihal kematian tak wajar istrinya.

“Kami tidak mengira-ngira lagi sebab meninggalnya istri saya. Karena pihak keluarga semula hanya tahu mobilnya terbakar,” ungkapnya seperti dikutip Radar Solo (Batam Pos Group).

Sesaat kemudian, Achmad Yani terlihat menghela nafas panjang sebelum mulai bicara lagi. Selanjutnya, ia terlihat tak mampu lagi menahan emosinya. “Saya meminta pelaku dihukum mati,” teriak Yani.

Usai mengucapkan kalimat itu, Achmad Yani pun tak lagi sanggup berkata-kata lagi. Nafasnya tersengal menahan tangis dan langsung menyudahi keterangannya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi mengungkapkan, pelaku diamankan tak sampai 24 jam usai polisi melakukan olah TKP pada Rabu (21/10/2020) pagi. Tertangkapnya pelaku setelah penyidik mendapati percakapan antara Yulia dengan anaknya.

Dalam percakapan itu, Yulia menyatakan hendak menemui E di peternakan ayam untuk menagih utang kepada pelaku. “Mau nagih utang sebesar Rp 100 juta dari utang sebesar Rp 140 juta,” ungkap Ahmad Lutfi.

Selain itu, penyidik juga menemukan bukti percakapan antara korban dan pelaku. Penyidik juga menemukan surat perjanjian kerjasama antara korban dan pelaku terkait usaha peternakan ayam.

Bukti lainnya yakni, adanya ceceran darah di kandang ayam tempat korban dipukul. “Pelaku sudah merencanakan pembunuhan pada korban dengan menyiapkan linggis dan lakban,” ungkap Ahmad Lutfi. (*)

Reporter: JPG
Editor: Chahaya Simanjuntak