Total Football

Jaga Motivasi, KONI NTB Evaluasi Berkala Atlet Pelatda PON

Atlet kempo NTB berlatih di Padepokan Pencak Silat, GOR 17 Desember, belum lama ini. (F. Pujo/Lombok Post)

batampos.id – Pelatda PON yang digelar KONI NTB sudah berjalan sebulan lebih. Pelatda PON NTB sendiri telah dimulai sejak 1 Oktober lalu.

Pelatda kali ini cukup berbeda karena di tengah pandemi Covid-19. ”Selama sebulan ini semangat atlet dan pelatih tetap tinggi. Mereka tetap termotivasi untuk memberikan yang terbaik di PON Papua nanti,” ujar Ketua KONI NTB Andy Hadianto, kemarin (1/11).

Andy menjelaskan, pihaknya akan mengevaluasi proses pelatda yang sudah berlangsung selama sebulan ini. Jika memang masih ada hal yang kurang maksimal akan menjadi perhatian penyelenggara.

”Evaluasi tetap ada. Karena kondisi sekarang benar-benar harus disiplin. Kita masih menghadapi pandemi Covid-19,” katanya.

Selama sebulan pelaksanaan, protokol kesehatan tetap menjadi yang utama. Berbagai langkah protokol kesehatan sudah dijalankan KONI NTB sebelum dan saat pelatda berlangsung. Seperti tes cepat bagi atlet dan pelatih sebelum memulai pelatda. Menyediakan kebutuhan alat-alat kesehatan di empat lokasi latihan. Dan sterilisasi lokasi latihan dengan disinfektan.

Untuk diketahui, Pelatda PON NTB diikuti sebanyak 104 atlet dan 37 pelatih dari 17 cabor. Yakni atletik, panjat tebing, tarung derajat, menembak, karate, kempo, muaythai, selam, biliar, pencak silat, renang, voli pasir, tinju, futsal, balap motor, dan catur.

Namun tidak semua atlet mengikuti pelatda di Mataram. Beberapa atlet sudah bergabung ke pelatnas untuk mengikuti persiapan kualifikasi SEA Games maupun olimpiade.

”Tahun ini tinggal dua bulan lagi. Kami juga sudah mengajukan usulan anggaran untuk pelatda tahun depan dan masih dalam tahap pembahasan,” tegasnya. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung