Covid-19

Jumlah Meningkat, Denda Segera Diberlakukan

BaPelKeS Batam memulangkan 17 pasien sembuh Covid-19, rabu (4/11). Para pasien tersebut dipulangkan setelah menjalani masa isolasi selama lima hari di Bapelkes. (F. Dokumentasi  Bapelkes Batam)

batampos.id – Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang terus bertambah di
Batam, membuat Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengambil keputusan
untuk memberlakukan denda bagi pelanggar protokol kesehatan (protkes).
Baik perorangan maupun tempat usaha.

”Sesuai Perwako 49/2020, ada sanksi lisan, tulisan, dan kerja sosial. Namun,
sepertinya tidak berjalan maksimal. Maka, saatnya diterapkan denda agar jera. Bagi
pengusaha yang melanggar ada denda hingga penutupan lokasi usaha,” ujar
Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, Rabu (4/11).

Selain itu, Syamsul juga meminta perusahaan supaya membentuk tim khusus penanganan Covid-19 di area perusahaan, terutama penerapan protkes di
lingkungan karyawan. ”Informasi dari Pak OK (OK Simatupang, ketua HKI Kepri, red), dari 26 kawasan industri hanya 16 yang masuk dalam Himpunan
Kawasan Industri (HKI). Selebihnya tidak di HKI, sehingga dia tidak bisa
melakukan pembinaan. Itu artinya, pembinaan harus dilakukan pemerintah, BP dan Pemko Batam,” jelasnya.

Pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mendatangi perusahaan tersebut dan memastikan agar protkes berjalan sesuai aturan. Seperti diketahui, klaster karyawan menjadi penyumbang terbesar, yakni mencapai 1.560 orang. ”Nanti kita akan sosialisasi ke perusahanperusahaan yang non-HKI ini agar bisa menerapkan protokol kesehatan gunamenekan penyebaran virus,” imbuhnya.

Syamsul menyebutkan, kemarin sudah meneken surat edaran yang ditujukan kepada perusahaan non-HKI untuk menerapkan protokol Covid-19. Menurutnya, bisa
jadi perusahaan tersebut sudah menerapkan, namun tidak terpantau secara langsung.

Selain itu, ada juga surat edaran yang ditujukan untuk pengusaha, seperti pasar, tempat makan, mal atau pusat perbelanjaan untuk menerapkan protkes dan membentuk tim kecil di masingmasing usaha mereka. Tujuannya untuk membantu pemerintah mengawasi pelaksanaan protokol Covid-19.

”Nanti Tim Terpadu Penegakan Perwako akan turun. Selama ini kan kami razia itu
masyarakat. Nanti kami akan turun langsung ke badan usaha, pusat perbelanjaan, pusat kuliner, dan lainnya,” tegas Syamsul.

Pekan pertama November ini sedikitnya sudah ada 92 kasus yang terkonfirmasi positif. ”Kalau dibandingkan pekan pertama hingga keempat Oktober, ini yang terendah.
Tapi ya itu masih ada nambah, dan belum berhasil dihentikan,” kata Ketua Bidang
Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, kemarin.

Sementara itu, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam memulangkan 17 pasien
sembuh Covid-19, kemarin. Ke-17 pasien tersebut dipulangkan setelah menjalani masa isolasi selama lima hari di Bapelkes.

Kepala Bapelkes Batam, Asep Zaenal, mengatakan, 17 pasien sembuh tersebut terdiri dari 14 orang merupakan pegawai di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam. Sementara tiga lainnya merupakan rujukan dari puskesmas. ”Hari ini (kemarin, red) kita pulangkan 17 pasien setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Terdiri dari 10 laki-laki dan tujuh orang perempuan,” sebut Asep.

Kemarin, Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Batam kembali mendapatkan bantuan 50 ribu masker dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam di Panggung
Utama Dataran Engku Putri.
Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengatakan, kebutuhan masker untuk Batam masih banyak. Ia menargetkan 1 juta masker untuk dibagikan kepada masyarakat.
”Kita turut andil dalam gerakan 5 juta masker yang digadangkan Pjs Gubernur Kepri,
Bahtiar Burhanuddin. Rencananya nanti akan dibagikan serentak 10 November nanti,”
kata dia.

Di lokasi sama, Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, menyampaikan kesiapan untuk terus membantu pemerintah dalam menangani Covid-19 di Batam. Bahkan, rencana untuk memenuhi target 5 juta, pihaknya mengajak asosiasi lain untuk ikut berpartisipasi dalam program ini. ”Misi kita menjaga kesehatan dengan tetap menjaga
ekonomi,” tuturnya. (*)

Reporter: Yulitavia, Rengga Yuliandra dan Eusebius Sara
Editor: Jamil Qasim