Nasional

Tiga Jamaah Positif Covid-19 dan 13 Wajib Tes Swab Ulang

Seorang jamaah umrah asal Indonesia menjalani uji swab (3/11) sebelum menjalankan umrah. (Istimewa)

batampos.id – Kabar terkini dari Makkah, tidak semua jamaah Indonesia bisa melaksanakan umrah. Hasil tes swab di hotel tempat menginap pada H-1 pelaksanaan umrah keluar tadi malam (4/11). Hasilnya tiga jamaah dinyatakan positif Covid-19 dan 13 orang lainnya berstatus to be reading (TBR). Perkembangan terkini seluruh jamaah yang berstatus TBR dan swab ulang hasilnya negatif.

Seperti diketahui total rombongan pertama calon jamaah umrah asal Indonesia berjumlah 224 orang. Mereka berangkat ke Arab Saudi pada Minggu (1/11) lalu. Setibanya di Jeddah, mereka langsung ke Makkah untuk menjalani karantina mandiri selama tiga hari.

Jadwal berikutnya jamaah melaksanakan umrah pada Rabu (14/11) sore waktu setempat atau tadi malam waktu Indonesia. Sebelum pelaksanaan umrah itu, seluruh jamaah dari Indonesia maupun Pakistan wajib swab di hotel tempat karantina. Bagi jamaah yang dinyatakan negatif bisa melakukan umrah. Sebaliknya banyak jamaah yang positif harus isolasi dan tidak bisa umrah.

Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Zaky Z. Anshary mengatakan dirinya masuk dalam kelompok jamaah dengan status TBR. ’’Saya sehat wal afiat. Batuk juga tidak ada,’’ katanya saat dihubungi tadi malam (4/11).

Sementara itu rekan sekaram Zaky hasil swabnya dinyatakan negatif. Dia berharap masyarakat di tanah air bisa ikut mendoakan supaya gelombang perdana jamaah umrah asal Indonesia di tengah pandemi bisa menjalankan ibadahnya dengan lancar. Zaky mengatakan setelah hasil swab keluar, jamaah yang negatif langsung menuju ke Tan’im sebagai tempat miqat atau titik mengambil niat umrah.

Zaky mengatakan swab yang dilakukan di hotel tempat karantina itu sama dengan swab di tanah air. Pelaksanaan swab dilakukan hari Selasa (3/11) mulai pukul 18.00 waktu setempat. Dia mendapatkan giliran swan sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Dia menegaskan swab yang dilakukan otoritas Arab Saudi itu adalah program resmi. Kegiatan swab itu sudah diprogramkan dan tertuang dalam formulir pernyataan kesehatan yang harus diisi jamaah ketika berada di pesawat. Isinya kurang lebih jamaah menyetujui untuk menjalani PCR/swab setelah dua hari kedatangan di Arab Saudi.

’’Hal ini sekaligus membantah pemberitaan yang viral kalau swab dilakukan Arab Saudi karena ada jamaah asal Indonesia yang melanggar saat karantina,’’ tuturnya.

Dia menjelaskan bagi jamaah yang sudah mengambil miqat di atas pesawat dan mengenakan kain ihram selama karantina mandiri, tidak perlu ikut ke Tan’im. Tetapi bisa langsung menuju Masjidilharam untuk mulai menjalankan ibadah umrah.

Rangkaian umrah diawali dengan niat kemudian tawaf mengeliling Kakbah. Setelah itu jamaah menjalani sa’i atau lari kecil dari bukit Safa ke Marwa. Lokasi Sa’i ini ada di dalam komplek Masjidilharam dan tidak jauh dari Kakbah. Setelah Sa’i jamaah melakukan tahalul atau mencukur rambut sebagai tanda umrah sudah selesai. Selama di Arab Saudi jamaah hanya diberikan kesempatan satu kali melaksanakan umrah.