Covid-19

Manjakan Pelanggan dengan Cara Turunkan Harga, Cara Pelaku Tailor Bertahan di Era Pandemi

Teh Rosi pemilih Bandung Sekar Tailor yang sedang menjahit pesanan, (f,Tri Haryono /batampos.id)

batampos.id – Pandemi Covid-19 sudah berjalan delapan bulan, seluruh sektor terdampak akibat penyebaran Covid-19 yang hingga sekarang belum ada kejelasan dan kepastian kapan berakhir. Salah satunya, pelaku Tailor atau penjahit yang ada di Kabupaten Karimun. Seperti, Bandung Sekar Tailor Teh Rosi yang setiap harinya sibuk mengerjakan pesanan jahitan mulai dari pakaian hingga berbagai asesoris yang dibutuhkan pemesan.

”Waduh sekarang mah, merosot tajamlah. Tapi, saya sih tetap bersyukur aja masih ada pesanan menjahit,” jelas Teh Rosi pemilik Bandung Sekar Tailor, Rabu (4/11/2020) saat batampos.id bertandang ketempatnya. Untuk bertahan tetap beroperasi, dirinya mensiasati dengan cara menurunkan harga dari standar biasanya. Sehingga, pelanggan
maupun konsumen yang menjahitkan pakaian memberikan keringanan untuk menjahit pakaian. Selain pemberian harga khsusus juga bisa dilakukan pembayaran secara angsur.

”Kalau yang sudah berlangganan kita bisa berikan pembayaran secara angsuran. Biasanya, pakaian seragam anak sekolah kita cukup ramai pemesanannya, tapi sekarang tidak banyak seperti biasanya,” terangnya.¬†Ditanya, bagaimana terhadap bahan-bahan pakaian yang dibutuhkan. Ia mengatakan, untuk bahan pakaian biasanya pesan dari
Bandung langsung. Tapi, sekarang di Bandung pabrik-pabrik banyak yang tutup. Sebab, bahan-bahan baku seperti benang dan sebagainya dipesan dari Cina.

”Untuk bahan sekarang terbataslah kita pesan. Paling penting saya juga membantu teman-teman yang menjahit dirumah, karena di dapur harus ngepulah (berasap),” ungkapnya dengan logat Sunda yang sudah beroperasi 20 tahun di Karimun. (*)

Reporter : Tri Haryono
Editor : Tunggul