Total Football

Harta, Tahta, Jota

Aksi striker Liverpool Diogo Jota (merah) saat mencetak gol ke gawang Atalanta dalam ajang Liga Champions, Rbu (4/11). (F. Miguel Medina/AFP)

batampos.id – Transfer Diogo Jota dari Wolverhampton Wanderers pada 19 September lalu tidak terlalu menarik atensi Kopites. Sebab, fans Liverpool FC lebih euforia dengan kedatangan gelandang Thiago Alcantara dari klub juara Liga Champions 2019–2020 Bayern Muenchen sehari sebelumnya (18/9).

Seperti yang terlantun dalam chant untuk Jota, striker 23 tahun asal Portugal itu dianggap hanya sebagai bonus dari kedatangan Thiago. Meski, secara nominal, harga Jota (GBP 41 juta atau) dua kali lipat lebih mahal ketimbang Thiago.

Kopites semula beranggapan bahwa Jota didatangkan hanya sebagai substitusi dari trisula Mohamed Salah-Roberto Firmino-Sadio Mane. Sama seperti peran Takumi Minamino dan Divock Origi. Bahkan, ada anggapan bahwa LFC membuang-buang uang untuk pemain ban serep.

”Apalagi, Jorge Mendes (agen Jota, red) semula hanya mematok GBP 35 juta, sedangkan LFC malah bersedia menambah GBP 10 juta (Harga Jota bisa naik GBP 45 juta termasuk add-ons, red),” tulis Birmingham Mail.

Namun, semua berubah dalam 11 hari terakhir. Jota bak harta yang lebih berharga dari banderol transfernya. Dia selalu mencetak gol dalam empat laga terakhir LFC dan semua golnya memiliki kontribusi signifikan.

Gol ke gawang Sheffield United (25/10), misalnya, menjadi penentu kemenangan 2-1. Lalu, gol ke gawang FC Midtjylland (28/10) tercatat sebagai gol ke-10 ribu dalam histori klub asal Merseyside tersebut. Gol ke gawang West Ham (1/11) turut membawa The Reds menempati takhta klasemen Premier League untuk kali pertama musim ini.

Kemarin (4/11) Jota menorehkan hat-trick ke gawang Atalanta BC dalam matchday ketiga grup D Liga Champions 2020–2021. Hat-trick ketiganya dalam delapan pertandingan terakhir di Eropa (dua sebelumnya bersama Wolves di Liga Europa musim lalu).

Jota seperti membayar keputusan tactician LFC Juergen Klopp yang memilih untuk mencadangkan Bobby, sapaan akrab Roberto Firmino, demi dirinya. ”Bukan perkara sulit (menurunkan Jota dan mencadangkan Firmino, red) karena saya memilih pemain yang dalam performa terbaik,” kata Klopp kepada Liverpool Echo.

Jota juga membuat pola serangan LFC kembali misterius. Sebab, setelah tiga musim, gaya menyerang Salah-Firmino-Mane mulai terbaca lawan. Jota dengan kecepatan dan kecerdikannya masuk ke area pertahanan lawan klop dengan Salah dan Mane. ”Saya juga memilihnya (Jota) karena strategi bertahan Atalanta (garis pertahanan tinggi, red) cocok dengan karakter bermainnya (sebagai pressing monster atau menekan pemain di daerah pertahanan lawan, red),” imbuh Klopp.

Allenatore Atalanta Gian Piero Gasperini kepada Sky Italia juga mengakui bahwa dirinya tidak memperhitungkan dengan cermat Jota yang on fire. Ditambah La Dea berani untuk main menyerang dan terbuka. Tipikal Jota itulah yang mungkin bisa kembali membantu LFC saat menghadapi Manchester City dalam lanjutan Premier League di Stadion Etihad (8/11).

Statistik pun sudah membuktikan Jota dengan 10 laga (500 menit) sukses menghasilkan 7 gol bersama LFC. Bandingkan dengan Firmino yang telah bermain dalam 11 laga (742 menit), tapi baru mengemas 1 gol dan 2 assist. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung