Home

Layanan Elektronik Kurangi Antrean di Kantor BPN

BPN Luncurkan Data Pembaruan ZNT

Kepala Kanwil BPN/ATR Kepri, Askani meluncuran Updating ZNT di Kantor BPN/ATR Batam, Kamis (15/11/2020). (F. Yulitavia/Batam Pos)

batampos.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam meluncurkan data pembaharuan atau updating zona nilai tanah (ZNT). Meskipun di tengah pandemi harga nilai tanah di Kota Batam naik hingga 17.37 persen.

Kepala Kanwil BPN/ATR Kepri, Askani mengatakan Zona Nilai Tanah ini merupakan layanan elektronik. Saat ini aplikasi ZNT baru tersedia dan bisa diakses PPAT dan peirbankan, sementara untuk masyarakat masih menunggu aturan dari pusat.

“ZNT diharapkan bisa digunakan untuk penghitungan BPHTB di Kepri ke depannya. Karena ZNT sudah mendekati harga pasar. Beberapa daerah lain sudah mulai berlaku,” sebutnya, usai peluncuran Updating ZNT di Kantor BPN/ATR Batam, Kamis (15/11).

Askani mengatakan di tahun 2021 nanti pengurusan peralihan hak itu elektronik. Layanan online ini bisa mengurangi antrean pemohon hingga 40 persen.

“Itu baru tiga layanan online seperti HT elektronik, ZNT itu sudah mengurangi antrean. Apalagi kalau bertambah mungkin bisa 70-80 persen antrean berkurang di pelayanan tatap muka di kantor BPN,” tambahya.

Dengan berlakunya ZNT sebagai perhitungan BPHTB, maka akan berdampak pada penerimaan BPHTB Batam. Tahun ini targetnya Rp 300 miliar dan sudah tercapai Rp 200 miliar lebih.

Askani menambahkan, Indonesia berada di posisi 102 untuk kemudahan pelayanan di dunia. Diharapkan dengan pelayanan elektronik ini bisa mengubah pelayanan ke arah yang lebih baik. “Semoga layanan elektronik ZNT ini bisa digunakan dengan baik, karena BPN dan Pemko Batam juga bertukar informasi melalui MoU yang sudah disepakati,” tutupnya.

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum mengatakan layanan ZNT ini bisa menjadi acuan tentunya bagi masyarakat dalam urusan pertanahan. BPN sudah melakukan survey ke lapangan dan wawancara warga, guna memastikan harga ini benar-benar sesuai dengan kondisi ril.

“Katanya sistem ini bisa terkoneksi dengan BP2RD. Nanti kawan-kawan bisa mengestimasi penerimaan daerah pajak atau retribusi,” ujarnya.(*)

Reporter: Yulitavia
Editor: Andriani Susilawati