Nasional

Sweeping Produk Prancis Makin Ramai, Polri Jaga Mal dan Pertokoan

Sejumlah produk Prancis diboikot di salah satu minimarket di Jakarta Selatan, Kamis (5/11). Aksi boikot berbagai macam produk Prancis tersebut sebagai bentuk protes dan kecaman terhadap pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – Pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron memicu aksi sweeping di Tanah Air. Aksi sweeping terhadap produk asal Prancis semakin ramai. Tindakan tersebut menjadi perhatian Polri, mengantisipasi adanya tindakan kriminal.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, aparat melakukan penjagaan di sejumlah pertokoan hingga mal. Tujuannya untuk mengatisipasi tindakan anarkistis dari massa.

“Polri bersinergi dengan TNI dan satuan-satuan pengamanan, pengelola-pengelola, pertokoan, mal untuk melakukan penjagaan dan pengamanan etalase-etalase yang diperkirakan akan jadi sasaran sweeping,” kata Awi pada Jumat (6/11).

Polri meminta masyarakat menyikapi kontroversi Presiden Prancis dengan bijak. Warga diminta tidak terpancing emosi hingga melakukan tindakan anarkistis. “Kalau pun sampai terjadi (anarkis) Polri siap menindak tegas untuk penindakan hukum tersebut,” jelas Awi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pernyatan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait ekstremisme Islam telah menuai reaksi keras dari berbagai negara, terutama negara Arab dan negara mayoritas Islam.

Macron dianggap telah menghina Islam dan membela penerbitan kartun Nabi Muhammad yang kontroversial. Sejumlah negara telah menyampaikan kecamannya atas pernyataan Macron tersebut. Bahkan warga muslim di negara-negara Timur Tengah telah melakukan aksi boikot produk Prancis sejak beberapa hari lalu. Di antaranya Kuwait, Qatar dan Turki. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim