Covid-19

WFH, Manfaatkan Lahan Sempit untuk Bertani Hidroponik

Hengki saat membersihkan tanaman sayur Hidroponik di lantai dua rumahnya, Rabu (4/11/2020). (F.Peri Irawan / batampos.id)

batampos.id– Masa Pandemi Covid-19 di Tanjungpinang tidak hanya berdampak pada sektor usaha masyarakat yang mengalami penurunan secara drastis bahkan banyak yang memilih tutup sementara akibat tidak mampu membayar gaji pekerjanya. Kondisi itu juga turut dirasakan para pegawai intansi pemerintah maupun swasta yang membuatnya harus bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Meskipun WFH, hal itu juga memberi rasa jenuh untuk sebagian orang yang terbiasa bekerja di perkantoran ataupun di lapangan sehingga memaksa seseorang berfikir kreatif mencari ide mengisi waktu luang di rumah.

Warga Batu 12 di Tanjungpiang, Hengki, yang juga mejabat sebagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) mengaku jenuh saat WFH pada awal Pandemi , sehingga ia mencari ide kreatif untuk mengisi waktu dengan cara bertani. Tidak menggunakan media tanah sebagai lahan pertanian tapi memanfaatkan beberapa meter halaman dan lantai dua rumamnya sebagai ladang sayur dengan cara Hidroponik.

“Mulanya hanya menanam sayur pada pot bunga namun hasilnya tidak bagus, sehingga muncul ide untuk membuat Hidroponik,” Kata Hengki, Rabu (4/11/2020) kemarin di Rumahnya.

Hengki menuturkan, tanaman hidroponik itu tidak hanya untuk konsumsi pribadi. Tanaman sayurnya juga memiliki nilai ekonomis dengan cara dijual sehingga dapat membantu perekonomian di masa pandemi. “Kalau makan sendiri letihlah ngabisinya,”tuturnya.

Hengki yang dulunya juga bekerja sebagai wartawan itu menyebutkan tanaman Hidroponik itu lebih cepat panen dibanding ditanam di tanah, hanya 40 hari mulai tabur benih hingga sayur siap dijual.

Selain itu lokasi sekitaran Hidropiniknya juga tetap bersih, dengan luas lokasi yang sempit ia bisa menanan hingga lima jenis sayur seperti bayam, tiga jenis sawi dan selada. Sedangkan untuk pemasarannya saat ini ia mengaku sudah tidak kesulitan karena sudah ada langganannya yang datang setiap hari. “Tetangga kita dekat sini juga ada yang vegetarian juga langganan,” tambahnya. (*)

Reporter: Peri Irawan

Editor: Tunggul