Bintan-Pinang

Pengusaha Usulkan Rp 3.648.714, Serikat Pekerja/Buruh Rp 3.772.457

DPK Usulkan Dua Besaran UMK Bintan Tahun 2021 ke Gubkepri

Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat membacakan hasil rapat pembahasan UMK Bintan yang digelar DPK Bintan di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Jumat (6/11/2020) siang. (F.Slamet Nofasusanto/batampos.id)

batampos.id– Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Bintan menggelar rapat pembahasan upah minimum kabupaten (UMK) Bintan tahun 2021 yang berlangsung di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Jumat (6/11/2020) siang.

Pembahasan UMK Bintan tahun 2021, dihadiri Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat, Pengusaha antara lain Aditya Laksamana dan Edi Martha, lalu dari perwakilan serikat pekerja / buruh antara lain T Sianturi, Andi Sihaloho, Suarli, dan Darsono. Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat mengatakan, ada dua angka besaran yang disepakati DPK Bintan terkait usulan UMK Bintan tahun 2021.

Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat (f.slamet/batampos.id)

Pertama dari pengusaha yang mengusulkan UMK Bintan 2021 tidak mengalami kenaikan atau sama dengan UMK Bintan 2020 sebesar Rp 3.648.714. Hal ini sesuai Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang Penetapan UMK tahun 2021 pada masa pandemi covid-19.

Sedangkan usulan kedua datang dari semua serikat pekerja / buruh menyepakati usulan angka UMK Bintan 2021 sebesar Rp 3.772.457. Besaran ini diperoleh dari selisih antara KHL tahun 2020 sebesar Rp 2.738.743 dengan KHL tahun 2019 sebesar Rp 2.614.620 yakni sebesar Rp 123.743. Kemudian usulan UMK tahun 2021 yakni besaran UMK tahun 2020 sebesar Rp 3.648.714 ditambah selisih antara KHL 2020 dengan KHL 2019 sebesar Rp 123.743 sehingga menjadi Rp 3.772.457.

“Dua angka usulan besaran UMK tahun 2021 akan disampaikan ke Bupati Bintan. Selanjutnya Pak Bupati akan merekomendasikan ke Pak Gubernur. Nantinya Pak Gubernur yang akan menetapkan besaran UMK 2021,” ujar Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat.

Andi Sihaloho (F.Pribadi untuk batampos.id)

Sementara Ketua Konsulat Cabang FSPMI Bintan, Andi Sihaloho mengatakan, semua serikat pekerja / buruh di Bintan sepakat UMK 2021 naik dengan besaran selisih antara KHL 2020 dengan KHL 2019. “Tidak ada dalam sejarah nasional, UMK tidak naik. Memang buruh/pekerja terdampak covid-19 namun kenaikan UMK diharapkan memberikan efek domino dan meningkatkan daya beli yang ada di masyarakat,” harapnya.

Dia berharap usulan buruh / pekerja diakomodir Bupati dan selanjutnya Gubernur menetapkan adanya kenaikan UMK 2021. “Kita berharap sebelum tanggal 11 November sudah diakomodir usulan besaran buruh / pekerja karena kita berencana akan aksi turun ke jalan pada 9 dan 10 November. Kalau usulan buruh dan pekerja diakomodir, kita tidak jadi demo. Tapi kalau sampai tanggal 11 November tidak juga diakomodir, kita akan lanjutkan aksi,” ujarnya. (*)

Reporter: Slamet

Editor: Tunggul