Bintan-Pinang

Titik Rawan Banjir di Tanjungpinang Dilakukan Normalisasi Drainase

Jalan Gatot Subroto, salah satu titik rawan banjir di Tanjungpinang, belum lama ini, Pemko akan menormalisasi drainase di sana untuk cegah banjir. (F Peri Irawan / batampos.id)

batampos.id – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tanjungpinang mulai melakukan normalisasi drainase pada beberapa titik rawan banjir melalui dana APBD Perubahan 2020 ini. Upaya ini dilakukan untuk antisipasi banjir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Kota Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan upaya percepatan penanganan banjir di Tanjungpinang seperti di sekitar Perumahan Ceruk Permata, salah satu penyebabnya adalah sedimentasi yang tidak terlalu tinggi, sehingga pada APBD Perubahan 2020 dianggarkan untuk normalisasi lokasi tersebut. “Dalam rangka penanggulangan banjir,” kata Zulhidayat, Jumat (6/11/2020).

Dijelaskan Zulhidayat, normalisasi tidak hanya pada lokasi tersebut, juga ada rise up jembatan di Bakar Mayat yang saat ini terlalu rendah sehingga saat hujan lebat terjadi banjir akibat daya tampungnya kecil. “Dibuat lebih besar agar dapat menampung debit air lebih besar,” ujarnya.

pengerjaan normalisasi itu baru saja dimulai hingga saat ini pengerjaan sekitar 15 persen, dikatakan Zulhidayat anggaran itu sudah ada pada APBD murni 2020,  namun ada prioritas penanganan covid-19. “Anggaran yang saat ini digunakan itu adalah hasil refokusing ke empat dengan besaran sekitar Rp 1 miliar,” sebutnya.

Untuk target penyelesaian tetap pada 31 Desember 2020, jika pekerjaan belum selesai akan dikaji kembali terkait penambahan waktu pengerjaan berdasarkan ketentuan peraturan. “Kita berharap setelah selesai nantinya tidak terjadi lagi genangan seperti sebelumnya,” harapnya.

Tidak hanya itu, Zulhidayat menyebutkan kegiatan dinasnya pada APBD Perubahan banyak yang mengarah pada normalisasi penanganan banjir, kareda diprediksi pada Desember 2020 curah hujan cukup tinggi, sehingga dilakukan pencegahan banjir lebih awal. (*)

Reporter: Peri Irawan

Editor: Tunggul