Internasional

AS Dikepung Massa, Pendukung Trump: Mereka Mencuri Suara!

Warga Amerika melampiaskan kemarahan dan frustrasi mereka atas pemilihan presiden yang belum selesai. Pendukung Donald Trump turun ke pusat penghitungan suara di Phoenix dan Detroit. (F.JawaPos.com/Joshua Rashaad McFadden for The New York Times)

batampos.id – Unjuk rasa memprotes hasil pemilihan presiden Amerika Serikat terjadi hampir di seluruh negara bagian. Calon petahana Donald Trump saat ini kalah dalam perhitungan sementara dari lawannya Joe Biden yang sudah unggul 264 suara. Karena itu pendukung Trump tak terima dan merasa pemilu berjalan curang.

Warga Amerika melampiaskan kemarahan dan frustrasi mereka atas pemilihan presiden yang belum selesai. Pendukung Donald Trump turun ke pusat penghitungan suara di Phoenix dan Detroit. Sementara 50 pengunjuk rasa sayap kiri ditangkap di New York setelah unjuk rasa damai berubah menjadi bentrok.

Begitu juga protes terjadi di Arizona. Calon Joe Biden memegang keunggulan tipis di negara bagian Arizona. Situasi itu memicu kemarahan kelompok pro-Trump memenuhi tempat parkir di pusat pemilihan Maricopa County di Phoenix.

Pendukung Trump berteriak dengan suara tudingan. “Hentikan mencuri!” setelah Trump mengajukan keraguan dan meminta penghitungan diulang seperti dilansir dari The Guardian, Kamis (5/11/2020).

Grup pro-Trump lainnya mencoba masuk ke TCF Center di Detroit di mana suara sedang dihitung untuk Michigan. Protes dimulai tak lama sebelum AP menyatakan bahwa Biden telah memenangkan suara.

Para pengunjuk rasa berbaris dan berunjuk rasa di seluruh AS pada hari Rabu karena pemilihan presiden masih terlalu dekat. Kebanyakan demonstrasi adalah acara besar dan damai yang diorganisir oleh kelompok-kelompok progresif yang menyerukan para pejabat untuk menghitung setiap suara. Namun di beberapa kota, termasuk Phoenix dan Detroit, pendukung Trump berkumpul di pusat penghitungan suara.

Dilansir dari New York Times, Kamis (5/11/2020), di Kota New York, ribuan orang berbaris melewati toko-toko mewah yang tertutup papan di Fifth Avenue Manhattan, saat surat suara masih dihitung di negara-negara bagian penting itu. Protes serupa terjadi di setidaknya setengah lusin kota, termasuk Los Angeles, Seattle, Houston, Pittsburgh, Minneapolis, dan San Diego.

Demonstran berkumpul di luar Balai Kota Dallas di Texas, dan di Chicago, pengunjuk rasa yang menuntut penghitungan lengkap. Di Phoenix, sekelompok pengunjuk rasa pro-Trump, beberapa dari mereka bersenjata, berkumpul di luar pusat pemilihan daerah Maricopa, tempat para deputi sheriff menjaga bagian luar gedung dan penghitungan di dalam.

Banyak pengunjuk rasa memakai topi ‘Make America great again’ sebagai simbol pendukung Trump. Meskipun ada laporan bahwa penghitungan akan dihentikan akibat demonstrasi, pejabat kabupaten memastikan bahwa penghitungan suara akan terus dilakukan hingga malam.

Demonstrasi itu terjadi ketika Donald Trump mengancam akan menuntut jalannya ke kursi kepresidenan. Trump mengancam meluncurkan tuntutan hukum untuk menghentikan penghitungan suara di tiga negara bagian medan pertempuran. Tidak jelas apakah tantangan itu akan mengubah hasil pemilu.

Pada Selasa malam (4/11/2020) protes yang tersebar pecah setelah pemungutan suara berakhir, membentang dari Washington DC hingga Seattle. Di Minneapolis, pengunjuk rasa memblokir jalan bebas hambatan, yang memicu penangkapan. Di Portland, ratusan orang berkumpul di tepi pantai untuk memprotes upaya intervensi presiden dalam penghitungan suara.

Sementara kelompok terpisah yang memprotes polisi dan mendesak keadilan rasial melonjak di pusat kota, memecahkan jendela toko dan menghadapi petugas polisi dan pasukan Garda Nasional. Di Detroit, kelompok pengamat jajak pendapat pro-Trump lainnya berkumpul pada hari sebelumnya di luar pusat penghitungan suara di Detroit, menuntut agar pejabat menghentikan penghitungan surat suara. (*)

Reporter : Jp Group
Editor : Dede Hadi