Ekonomi & Bisnis

Bali Jadi Kontraksi Pertumbuhan Terdalam

BERKURANG: Angka kunjungan wisatawan ke Bali. (SAHRUL YUNIZAR/JAWA POS)

batampos.id – Hampir seluruh daerah dan kepulauan Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan. Terutama di kawasan industri pariwisata seperti Bali sebesar 6,8 persen.

“Provinsi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 6,80 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11).

Suhariyanto menjelaskan, struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan-III 2020 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa sebesar 58,88 persen, dengan kinerja ekonomi yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 4 persen secara tahunan.

Selanjutnya, provinsi lainnya yang mengalami kontraksi pertumbuhan antara lain Pulau Kalimantan sebesar 4,23 persen, Pulau Sumatera sebesar 2,22 persen, Pulau Maluku dan Papua sebesar 1,83 persen, serta Pulau Sulawesi sebesar 0,82 persen.

Sementara, lanjutnya, dari sisi produksi secara tahunan, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 16,7 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 10,82 persen.

Namun, secara kuartal dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 24,28 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 16,93 persen.

Sedangkan, dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi, Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 7,52 persen. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung