Total Football

Ternak Sapi Jadi Sampingan Profesi Saat Kompetisi Terhenti

Beternak sapi menjadi kegiatan harian Muhammad Anshori saat kompetisi sedang diliburkan seperti saat ini. (F. Doni Aditya Haryono/Kaltim Post)

batampos.id – Kompetisi sepak bola musim ini memang tengah terhenti. Baru akan berlanjut pada awal tahun depan. Meski begitu, kehidupan seluruh elemen yang terlibat di dalamnya tetap berjalan. Saat ini mereka harus melanjutkan roda kehidupan tanpa sepak bola yang jadi salah satu penopang.

Berbagai upaya dilakukan para pesepak bola demi memastikan asap di dapur tetap mengebul. Di Tenggarong, para penggawa Mitra Kukar sudah melakukannya. Mulai berdagang secara dalam jaringan, hingga menggembala sapi. Yang terakhir dilakoni oleh Muhammad Anshori.

Winger Naga Mekes itu sudah enam tahun terakhir menggeluti kegiatan ternak sapi. “Ini hanya sampingan saja. Saya tidak memelihara sendiri, tapi saya join sama tetangga. Sistemnya bagi hasil,” terang pemain asal Kediri tersebut.

Sapi jenis limosin dan metal menjadi pilihan Anshori. Menurut dia dua sapi itu lebih mudah perawatannya. Selain itu untuk memasarkannya pun gampang. Ditambah lagi harga jualnya lumayan tinggi.

“Baru-baru ini saya jual kena harga Rp 21 juta untuk sapi limosin. Biasanya ada juga yang sampai Rp 23 juta,” ucap dia.

Jika kompetisi bergulir, perawatan sapi sepenuhnya dipercayakan kepada tetangga. Tapi saat kondisi libur seperti saat ini, Anshori tak segan turun tangan mencarikan pakan sapi.

“Enggak perlu gengsi, saya memang orang kampung. Dan pelihara sapi ini juga hobi. Lumayan bisa jadi investasi,” tuturnya.

Selain mengurus sapi, Anshori selalu membantu ibunya berjualan bumbu dapur di depan rumahnya di Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kediri. “Biasanya ibu jualan di pasar. Tapi karena Covid, jualannya di rumah saja. Yang penting bisa tetap produktif di tengah pandemi,” beber Anshori.

Pemain 26 tahun itu berharap kompetisi benar-benar bergulir Februari tahun depan. Meski memiliki usaha, Anshori mengatakan, penghasilan dari sepak bola lebih besar.

Selain itu, sepak bola adalah hobinya. Ditambah lagi dia baru saja merasakan kembali ke Liga 2 musim ini setelah beberapa tahun terakhir harus berjuang di kasta bawah. “Pengin sekali kembali berkompetisi. Semoga semua bisa kembali normal tahun depan,” tutupnya. (*)

Reporter: Ryan Agung
Editor: Putut Aryo