Ekonomi & Bisnis

UMKM Harus Tahu Digital

PT PII Jembati Pelaku 117 UMKM Jabodetabek

ILUSTRASI: Perajin benang woel di Depok sedang menyelesaikan pesanan untuk dikirim keluar negeri. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – UMKM harus tahu digital agar konsumennya tetap terjaga kesehatannya dan roda ekonomi tetap berputar. Ini perlu dilakukan karena pola transaksi masyarakat kini beralih ke digital karena menjalani protokol kesehatan dengan menjaga jarak.

Nah, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (persero)/PT PII pun menjembati para pelaku 117 UMKM di Jabodetabek agar melek digital. Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo mengatakan, pihaknya selaku BUMN berusaha membantu meningkatkan kapasitas dan kemampuan pelaku UMKM menghadapi era bisnis model baru.

“Sebagaimana diketahui situasi sekarang ini mengubah pola interaksi warga karena mengharuskan dilakukannya social distancing,” ujar M. Wahid Sutopo kepada wartawan, Kamis (5/11).

Menurut Sutopo, UMKM merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat di sektor riil terutama di era new normal. Mereka harus mulai beradaptasi dengan teknologi dengan melangkah ke model bisnis baru berbasis digital untuk bisa tetap bertahan dalam persaingan.

Adapun pelatihan berlangsung di lingkungan Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (5/11). PT PII menggandeng Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Pelatihan meliputi manajemen UMKM, Workshop Media Bisnis Digital, Kemitraan UMKM dan Brand existing melalui pola Banch Marking, dan Pembinaan-Pendampingan Berkelanjutan. Umumnya UMKM yang mengikuti pelatihan tersebut adalah yang bergerak di bidang makanan dan minuman; jasa laundry, kurir; pedagang kelontong; maupun pemuda usia produktif yang belum/tidak bekerja.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prasetya Yoga Santoso mengatakan, di tengah pandemi saat ini dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat cukup berat. Melambatnya roda ekonomi, menurunnya daya beli, hingga meningkatnya angka pengangguran di Indonesia.

“Situasi ini mengubah seluruh perilaku masyarakat, bisnis model pun berubah. Di satu sisi Pemerintah berharap UMKM dapat mengambil peran dalam menggerakan ekonomi sektor riil di tengah pandemi ini,” kata Yoga Santoso.

Di sisi lain, imbuh Yoga Santoso, belum banyak UMKM yang menyadari dan memahami tentang perubahan yang terjadi dalam model bisnis. Dia berharap para UMKM dapat memahami pengelolaan media bisnis digital, sehingga membuka peluang bisnis baru dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat usia produktif. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung