Kepri

Redi Presentasi Insani Menang Tipis, Instruksikan Lebih Massif Supaya Menang Tebal

Calon Wakil Gubernur Kepri, Suryani saat berkunjung dan silaturahmi dengan warga di Kawasan Hutan Lindung, Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang. (Timses Insani)

batampos.id – Koordinator Relawan Digital Insani (Redi), Rian Helmi Hidayat mengatakan, Isdianto-Suryani (Insani) pasangan calon Pilkada Kepri nomor urut 2 wajib menang tebal di Kota Tanjungpinang.

Hal ini, menurut Rian, penting diketahui oleh masyarakat pemilih Insani dan relawan, agar bisa bergerak lebih massif lagi menjelang tahapan pencoblosan 9 Desember 2020 mendatang.

“Dari hasil survei dengan lembaga yang berbeda, Insani memang menang tapi dengan persentasi kemenangan tipis sekali. Namun juga berpeluang kalah tipis, jika relawan lengah. Untuk melengkapi kemenangan sempurna, kita harus bergerak lebih massif lagi. Kita menargetkan kemenangan yang tebal tentunya,” kata Rian di sela-sela kampanya tatap muka Calon Wakil Gubernur Kepri Suryani di Tanjungpinang, Jumat (6/11).

Rian menambahkan, dengan program dan visi misi yang terukur selain berpikir menang, Insani juga memikirkan bagaimana setelah menang.

“Berpikir setelah menang itu penting, karena dengan berpikir setelah menang mereka akan tahu apa prioritas yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan. Saya melihat Pak Isdianto dan Bu Suryani sangat berpengalaman di Pemprov, terus terang begitu banyak masukan program yang bisa menaikkan mereka secara elektoral. Tapi, karena mereka tahu tidak mungkin direalisasikan dalam lima tahun, mereka pending dulu untuk dijual, diterima untuk dilakukan. Tapi, bukan untuk dijual pada saat kampanye,” kata Rian.

Dia kembali mengingatkan, seluruh relawan dan simpatisan Insani, di 30 hari menjelang 9 Desember 2020 harus lebih massif lagi menyosialisasikan paslon nomor urut 2 demi menang tebal.

“Seluruh relawan dan simpatisan dari peta politik dan survei yang ada, kita harus menang mutlak atau tebal utamanya di Tanjungpinang,” tutup Rian mengimbau relawan harus terus bekerja lebih massif. (*)

Reporter : Anwar Saleh
Editor: Jamil Qasim