Nasional

Nadiem Bicara Kreativitas di Pendidikan, Pengamat: Jangan Teori Saja

Sistem pendidikan di Indonesia masih mementingkan nilai dibandingkan kreativitas dan produktivitas. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyesalkan, sistem pendidikan di Indonesia masih mementingkan nilai dibandingkan kreativitas dan produktivitas. Hal ini pun diakui Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji. Dirinya melihat, kondisi pendidikan saat ini di lapangan memang masih mengedepankan nilai.

Kendati demikian, ungkap Indra, kemendikbud pun belum memberikan solusi nyata atas sistem pendidikan yang masih mengedepankan nilai tersebut. “Kemendikbud juga belum ada perubahan, masih sebatas teori aja. Harusnya selama 1 tahun dia menjabat ini harusnya bikin banyak perubahan dong, buktinya nggak ada perubahan yang dibuat,” ujarnya pada JawaPos.com (grup Batam Pos) Minggu (8/11).

Menurut Indra, sejauh ini apa yang dilakukan mendikbud hanya seperti ganti baju. Misalnya seperti perubaha dari sekolah inti, sekolah RSBI (rintisan sekolah bertaraf internasional), sekolah rujukan berubah menjadi sekolah penggerak. Atau Ujian Nasional (UN) ganti jadi Asesmen Nasional (AN)

“Itu kan ganti baju doang. Belum ada sesuatu yang berbeda dilakukan betul-betul selama satu tahun,” sambung dia.

Di masa seperti sekarang ini, mestinya Kemendikbud memanfaatkan untuk percepatan perubahan sistem pendidikan Indonesia, khususnya teknologi. Para peserta didik di era digital seperti sekarang ini perlu didorong untuk berinovasi.

“Mereka harus bisa menjadi pencipta, bukan menjadi pencari kerja, tapi pencipta kerja, untuk itu kan skill-nya harus disiapkan mereka mau menjadi inovator di era digital, jadi alat kerjanya digital. Jadi mau ngga mau harus memanfaatkan teknologi digital,” pungkasnya.

Sebelumnya Mendikbud mengatakan, kreativitas anak bangsa itu baru diapresiasi akhir-akhir ini, sebelumnya sistem pendidikan di Indonesia hanya fokus pada nilai tanpa mempedulikan hal tersebut. Itu lah yang disesalkan oleh Nadiem pada sistem pendidikan Tanah Air.

“Kadang sistem kita tidak mengapresiasi kreativitas, lebih mengapresiasi kemampuan kognitif saja atau dapat nilai tinggi saja, tapi tidak melihat potensi produktivitas dan kreativitas yang sebenarnya itu jauh lebih penting di dunia masa depan kita,” ujarnya, Kamis (5/11). (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim