Home

2020, Laka Kerja Banyak Terjadi di Jalan Raya

batampos.id – Kepala Pengawas Ketenagakerjaan Kepri Wilayah Kerja Kota Batam, Sudianto mengatakan, angka kecelakaan kerja di Kota Batam sebesar 2.832 sepanjang tahun 2020. Penyumbang angka kecelakaan kerja di Batam masih didominasi di jalan raya.

“Kecelakaan kerja di jalan raya cukup tinggi. Dimana sebanyak 1.192 diantaranya merupakan kecelakaan kerja di jalan raya,” kata Sudianto, Senin (9/11/2020).

Menurutnya, angka kecelakaan kerja di jalan raya ini meningkat di banding tahun sebelumnya. Dimana, angka kecelakaan kerja jalan raya tahun 2020 ini mendominasi hampir 40 persen dari jumlah keseluruhan.

Advertisement

“Tiap tahun angka kecelakaan kerja di jalan raya ini terus meningkat,” ucap Sudianto.

Berbagai upaya terus dilakukan Pengawas Ketenagakerjaan guna meminimalisir angka kecelakaan kerja di jalan raya tersebut. Semisal diantaranya, menghimbau kepada HSE safety perusahaan agar terus mengingatkan karyawan untuk mematuhi prtokol keselamatan di jalan raya.

“Safety K3 bukan hanya di tempat kerja tetapi juga dari rumah. Untuk itu kita selalu mengingatkan keselamatan kerja di jalan raya ini penting mengingat tingginya angka kecelakaan kerja di jalan,” tuturnya

Selain di jalan raya, kecelakaan kerja tertinggi lainnya disebabkan oleh material sebanyak 582 kasus, mesin prod 474 kasus, lain-lain 248 kasus dan kejatuhan 199 kasus.

Sementara itu, kecelakaan kerja karena alat berat 79 kasus, bahan kimia 54 kasus, dan bejana tekan 4 kasus. Sementara jumlah pekerja yang meninggal kecelakaan kerja berjumlah 13 orang. “Yang meninggal ini rata-rata di lalu lintas. Kalau di perusahaan misalnya yang ngepas kemarin, tali gak sampai meninggal. Ada juga yang tangannya terpotong mesin produksi tapi juga tidak meninggal dunia,” tambahnya.

Sudianto menghimbau, agar setiap kali terjadi kecelakaan kerja dilaporkan ke Pengawas Ketenagakerjaan Kepri Wilayah Kerja Kota Batam. Tujuannya agar terdata dan memudahkan pembayaran klaim BPJS.

“Paling lambat 24 jam harus lapor kita, kalau terlambat klaim BPJS susah. Kalau misalnya belum sempat mengurus, minimal sudah dikomunikasikan, sehingga terdata dan mudahkan pencairan klaim,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra
Editor: Chahaya Simanjuntak