Covid-19

MUI Sebut Agama Memerintahkan untuk Menghindari Virus

Warga mengikuti donor darah di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2020). Acara ini guna membantu kebutuhan stok darah PMI yang berkurang. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini banyak rumah sakit di Jakarta maupun di daerah lainnya di Indonesia membutuhkan stok darah yang cukup. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) Dery Ridwansah/ JawaPos.com

batampos.id – Covid-19 terbukti telah memakaan jutaan korban jiwa di seluruh duniua. Masyarakat pun diminta untuk melindungi dirinya dan jangan membahayakan orang lain ikut tertular Covid-19. Caranya cukup dengan wajib mematuhi protokol kesehatan 3M yakni wajib menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan pakai sabun.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia Azizah dalam konferensi pers virtual di Graha BNPB baru-baru ini. Menurutnya, sesuai anjuran agama, setiap manusia diminta untuk wajib menghindari virus.

“Jika melihat banyaknya korban, maka virus itu ada. Agama memberi arahan untuk kita disuruh menghindari virus. Maka kita memakai aturan yang diajarkan agama dan pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan. Sebab dalam kenyataannya virus ini ada penular dan siapa yang tertular,” tegas Azizah.

Dirinya membedah pandemi Covid-19 dalam 3 wawasan Islam tentang pandemi. Pertama, Tuhan yang menciptakan virus. Maka jika manusia percaya dengan takdir Allah, segala upaya di muka bumi ini merupakan kuasaNya. Kedua, virus ini adalah Sunatullah. Maka menurutnya, virus ini menjadi fenomena gejala hukum alam di alam semesta. Sudah ada dan terjadi sejak dulu kala.

Ketiga, lanjutnya, manusia diberikan akal dan pikiran bagaimana berusaha untuk menghindarinya. Maka perspektif ini, kata Azizah, sebaiknya membuat manusia berusaha untuk melindungi dirinya dan tidak membahayakan orang lain.

“Maka kita wajib menghindari virus dengan ikut protokol kesehatan 3M. Sehingga seseorang melindungi dirinya, keturunannya, jiwanya, dan tidak membahayakan orang lain,” tutupnya. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim