Kepri

”Gak Apa Make-up Luntur Asal Bukan Keadilan yang Luntur”

Ratusan Pekerja Aksi di Depan Pos I Kawasan Industri Lobam, Ada 6 Sikap dan Tuntutan Disuarakan

Para pekerja wanita menyuarakan aksinya. (f.slamet/batampos.id)

batampos.id– Ratusan pekerja melakukan aksi di depan pintu I Kawasan Industri Bintan, Lobam, Bintan pada Senin (9/11/2020) mulai sekira pukul 07.00 WIB. Pantauan di lokasi, pekerja yang menyuarakan sikap dan tuntutan di depan pintu I Lobam membawa banner bertuliskan kalimat penolakan omnibuslaw dan tuntutan kenaikan UMK 2021 sembari iringan musik.

Namun, ada kalimat-kalimat yang mengelitik antara lain gak apa make up luntur asal bukan keadilan yang luntur, ada yang sakit tapi tidak berdarah. Ketua Konsulat Cabang FSPMI Bintan, Andi Sihaloho mengatakan, ada enam penyataan sikap dan tuntutan yang menjadi agenda dalam aksi kali ini.

Pertama, menolak upah murah di Bintan. Menurutnya, pekerja dan perusahaan harus saling menguntungkan dalam menjalankan perusahaan. Karena dengan pekerja sejahtera, maka produktivitas perusahaan pun meningkat. “Pengusaha untung masyarakat adil dan makmur,” ujarnya.

Kedua, mendesak pemerintah dan Apindo untuk menyetujui usulan UMK dari semua serikat / buruh yang ada di Kabupaten Bintan yakni menaikkan UmK Bintan tahun 2021 sebesar Rp 123.743.

Ketiga, mendesak Pjs Bupati Bintan agar merekomendasikan UMK Bintan tahun 2021 untuk ditetapkan Pjs Gubernur sebesar Rp 3.772.457. Keempat, mendesak Apindo dan pemerintah untuk menerapkan struktur skala upah yang berkeadilan di setiap perusahaan Bintan,

Kelima, meminta DPRD Bintan bersama Pemerintah untuk membuatkan kebijakan yang melindungi dan menyejahterakan tenaga kerja di Bintan. Keenam menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Klaster Ketenakerjaan.

Andi mengatakan, enam sikap dan tuntutan pekerja yang disuarakan dalam aksi semoga menjadi perhatian pengusaha, pemerintah dan dewan. Dari informasi yang diterima ia mengatakan, bahwa pihak pemerintah, pengusaha dan dewan akan bersedia hadir
di lokasi aksi.

“Informasinya mereka bersedia hadir sekira pukul 10.00 WIB untuk berdiskusi. Kita akan berargumen dengan mereka sehingga apa yang menjadi argumen bisa didengarkan langsung teman-teman pekerja yang ada di lokasi aksi,” ujarnya. (*)

Reporter: Slamet

Editor: Tunggul