Nasional

Warga Sei Nyirih Doakan Isdianto Adil Membangun Kepri

Memimpin Seperti Abangnya Almarhum HM Sani

Kegiatan kampanye calon Gubernur Kepri nomor urut 2, Isdianto yang juga adik almarhum mantan Gubernur Kepri HM Sani di Sei Nyirih, Minggu (8/11). (Timses Insani untuk Batam Pos)

batampos.id – Calon Gubernur Kepri nomor urut 2, Isdianto menyambangi masyarakat Sei Nyirih, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Minggu (8/11).

Usai bertatap muka dengan warga, ia terlihat sedih saat masyarakat Sei Nyirih, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota mengaku jarang diperhatikan pemerintah setempat.

Hal itu diutarakan tokoh masyarakat Sei Nyirih, Kaharudin saat Isdianto mengunjungi kampung mereka.

“Kami ini tempatnya terpencil dan terisolir pak, secara administratif kami masuk di Kota Tanjungpinang. Namun, kami jarang diperhatikan,” ujar Kaharudin kepada Isdianto.

Kaharudin melanjutkan, jika selama ini untuk mengurus administrasi sangat sulit. Salah satunya dalam mengurus sertifikat tanah di lokasi tersebut.

“Saat kita datang ke Kantor Badan Pertanahan Nasional, mereka melayani dan turun ke lokasi kita. Cuma kendalanya, status kita ini. Alasannya, wilayah kita masih belum jelas, apakah masuk Kota Tanjungpinang atau Kabupaten Bintan. Intinya batas wilayah gitu pak,” tegas Kaharudin.

Kemudian, Kaharudin juga salut kepada Isdianto yang mengunjungi mereka menggunakan jalur laut, sehingga dapat secara detail melihat kondisi kampung mereka.

“Cuman pak Isdianto yang datang menggunakan pompong. Yang lain datang lewat darat. Kalau pakai jalur laut, bapak secara detail bisa lihat kekurangan kampung kita ini. Salah satunya kita ini tidak ada dermaga,” tutur Kaharudin.

Maka dari itu, Kaharudin atas nama warga menitipkan harapan dan mendoakan ke depan Isdianto dalam memimpin Provinsi Kepri harus melihat seluruh daerah, jangan ada suatu daerah yang “dianaktirikan”.

“Kalau memimpin itu harus adil. Harus hilangkan anak tiri pak. Jadikan semua itu anak kandung, kalau bapak terpilih. Percayalah, kalau bapak adil nantinya masyarakat mencintai bapak. Sama halnya ketika almarhum Ayah Sani, beliau dicintai rakyatnya, makanya masyarakat terpukul ketika Ayah Sani meninggal,” kata Kaharudin.

Sementara itu, Isdianto tersentuh dengan doa dan harapan masyarakat begitu antusias di pundaknya. Ia mengaku jika selama perjalanan menuju Sei Nyirih, ada beberapa yang perlu menjadi catatan yang harus segera dikerjakannya.

“Sudah saya catat apa yang harus dibenahi di sini. Untuk masalah tanah, nanti itu tugas utama saya. Saya tidak ingin masyarakat di sini tidak ada sertifikat tanah,” ujar Isdianto.

Isdianto bangga dengan masyarakat Sei Nyirih, dengan keterbatasan mampu hidup secara bergotong royong dan jarang mengeluh.

“Saya jamin, kesejahteraan masyarakat yang utama. Kita tidak ingin ada kesenjangan di Provinsi Kepri,” pungkas Isdianto. (*)

Reporter : Anwar Saleh
Editor : Jamil Qasim