Covid-19

DPRD Tanjungpinang Kecewa, Anggaran Jaring Pengaman Sosial 2021 hanya Rp 700 Juta Untuk 6.000 Penerima

Novaliandri Fathir (F.Peri Irawan /batampos.id)

batampos.id – Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Novaliandri Fathir mengaku kecewa karena anggaran percepatan penanganan covid-19 untuk jaring pengaman sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) untuk anggaran 2021 mendatang tidak sesuai. Dari data penerima semula sekitar 35.000 penerima, diubah menjadi 6.000 penerima. “Kami kecewa karena anggarannya tidak sesuai,” kata Fathir, Senin (9/10/2020) .

Pihak Dinsos, kata Fathir juga sudah lepas tangan karena anggaran hanya untuk 6.000 kepala keluarga (KK). Dinsos juga meminta anggaran itu sebaiknya ditiadakan daripada menyalurkan untuk 17 persen dari data penerima awal karena dapat memicu polemik di tengah masyarakat. “Kalau dianggarkan nanti jadi polemik di masyarakat,” ujarnya.

Fathir mengaku sangat kaget dengan perubahan anggaran untuk jaring sosial yang dinilai sangat jauh dibanding 2020, padahal sudah ada edaran dari Gubernur Kepri untuk memprioritaskan anggaran tersebut untuk penanganan covid-19.

“Namun yang terjadi anggaranya malah dikurangi, hanya 6.000 KK yang akan dapat bantuan, itu tidak manusiawi menurut kami,” ungkapnya. Menurutnya karena Tanjungpinang masih dalam masa pandemi, seharusnya Pemerintah juga lebih peka untuk percepatan penangananya.

Hingga saat ini, Fathir mengaku tidak mengetahui alasan Pemko Tanjungpinang mengurangi anggaran tersebut, ia berharap pada rapat pembahasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) bisa sepakat dan menaikkan anggaran tersebut.

“Mudah-mudahan TAPD lebih memfokuskan pada edaran yang diberikan Gubernur Kepri,” harapnya. Disampaikan Fathir, anggaran untuk jaring sosial pada 2021 itu hanya Rp 700 juta, berbeda jauh dengan 2020 dengan angka mencapai Rp 12 miliar. “Berbeda sangat jauh, sebelumnya Rp 12 miliar,” tambahnya. (*)

Reporter: Peri Irawan

Editor: Tunggul