Covid-19

Dua Buruh yang Dinyatakan Reaktif saat Rapid Tes, Dibawa ke Puskesmas untuk Isolasi Mandiri

Andi : Kami Sesalkan Hasilnya Tidak Ditunjukkan Langsung

Ketua KC FSPMI Bintan, Andi Sihaloho. (F.Slamet Nofasusanto/batampos.id)

batampos.id – Ketua Konsulat Cabang (KC) FSPMI Bintan, Andi Sihaloho menyesalkan hasil rapid test dua anggotanya peserta aksi meminta kenaikan upah minimun kabupaten (UMK) Bintan 2021 di depan pintu masuk kawasan industri Bintan, Lobam, yang dinyatakan reaktif tapi tidak ditunjukkan langsung hasilnya.

“Itu yang kami sesalkan, hasilnya tidak ditunjukkan langsung ke kita pas pemeriksaan,” ujar Andi Sihaloho. Karena itu, Andi meragukan apakah pengecekan benar-benar dilakukan atau hanya setingan saja.

Diakuinya, dua anggota peserta aksi kenaikan UMK Bintan 2021 yang dinyatakan reaktif sedang kurang fit. Ia mengatakan, satu orang mengalami batuk dan pilek sedangkan satu orang lagi baru pulang kerja sekira pukul 02.00 WIB sehingga kurang istirahat.

Sebagaimana diketahui, sekira 407 peserta aksi yang meminta kenaikan UMK Bintan 2020 menjalani rapid test. Hasilnya dua dinyatakan reaktif. Kasi Rujukan Dinkes Bintan, dr Bambang mengatakan dua orang tersebut telah dievakuasi ke puskesmas untuk selanjutnya akan diisolasi mandiri. (*)

Reporter: Slamet

Editor: Tunggul