Metropolis

Pengawasan Orangtua Minim, Kasus Kejahatan terhadap Anak Marak

Erry Syahrial (F.Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Tindak kejahatan pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di Batam. Pelaku merupakan orang terdekat, dengan memanfaatkan kurangnya pengawasan orangtua korban.

“Memang pelaku cabul orang terdekat korban. Seperti kasus yang kita tangani kemarin. Dia (pelaku) memanfaatkan situasi rumah yang sepi,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Juwita Oktaviani, kemarin.

Sebelumnya, Satreskrim Polresta Barelang menangkap As, pelaku pencabulan anak di bawah umur. Dari pemeriksaan, pria 35 tahun ini melancarkan aksinya terhadap 2 anak kawannya, atau pemilik rumah yang ia tempati di wilayah Batam Centre.

Selain itu, As juga mencabuli siswi SD bernisial D. Untuk memuluskan aksinya, ia mempunyai modus memacari korban. “Dengan kejadian ini, kami imbau kepada para orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anaknya,” kata Juwita.

Hal senada dikatakan Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial. Rata-rata, pelaku pencabulan tersebut merupakan orang terdekat korban.”Seperti tetangga, paman. Jadi buat orangtua, jangan terlalu percaya saat anaknya dekat dengan pria dewasa,” kata Erry.

Erry menjelaskan, biasanya pelaku ini memiliki modus untuk memberikan hadiah atau iming-iming kepada korban. Kemudian, mengancam dan menganiaya korban untuk menuruti keinginannya. “Di sini diperlukan komunikasi yang baik antara orangtua dengan anak. Seperti dengan siapa dia bergaul,” tutup Erry. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri
Editor: Dede Hadi