Politika

Soal ‎Masyumi Reborn, Yusril: Parpol Islam Hidupnya Ngos-ngosan

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengatakan, sangat sulit di zaman ini untuk bisa membesarkan partai Islam. (dok JawaPos.com)

batampos.id – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengomentari mengenai kembali berdirinya Partai Masyumi yang bakal memeriahkan kancah perpolitikan di Indonesia.

Yusril ‎menghormati hak setiap orang untuk mendirikan partai politik sebagai bagian dari upaya untuk melaksanakan kehidupan demokrasi di negara kita ini. Termasuk juga menghormati Cholil Ridwan sebagai salah satu inisator dan deklarator lahirnya kembali Partai Masyumi.

Menurut Yusril, nama Masyumi itu digunakan kembali sebagai nama partai di era Reformasi, setelah Masyumi dibubarkan tahun 1960, bukanlah baru pertama kali terjadi. Tahun 1999 sudah pernah nama Masyumi digunakan pada sebuah partai baru dan ikut Pemilu 1999.

“Begitu juga nama Masyumi Baru pernah pula digunakan dan juga ikut dalam Pemilu 1999. Hasilnya tidak begitu menggembirakan,” ujar Yusril kepada wartawan, Senin (9/11).

Sekarang kedua partai itu, baik Masyumi maupun Masyumi Baru, mungkin masih  berdiri sebagai partai politik berbadan hukum yang sah dan terdaftar di Kemenkumham. Tetapi dalam beberapa kali Pemilu terakhir sudah tidak aktif lagi.

Sementara Yusril, mendirikan PBB pada tahun 1998 dan terus ikut Pemilu sejak 1999 sampai Pemilu terakhir tahun 2019‎. PBB sendiri tidak menyebut dirinya Masyumi, Masyumi Baru atau Masyumi Reborn.

“PBB adalah partai baru yang menimba inspirasi dari Partai Masyumi. Sebab saya yakin, zaman sudah berubah. Situasi politik sudah sangat berbeda dengan zaman tahun 1945-1960 ketika Masyumi ada,” katanya.

Menurut Yusril, mendeklarasikan berdirinya partai memang mudah. Tetapi mengelola, membina dan membesarkan partai tidaklah mudah. Orientasi politik rakyat kita sudah banyak berubah. Rakyat tidak lagi terbelah pada perbedaan ideologi yang tajam seperti tahun 1945-1960.

Sebab partai memerlukan dana yang besar untuk bergerak. Bagi Partai Islam, memperoleh dana yang besar itu sulit. Sebagian besar umat Islam hidup dalam kekurangan. Yang punya dana besar itu para cukong, para pengusaha dalam maupun luar negeri.

“Sepanjang pengalamannya, tidak ada ada para cukong dan para pengusaha besar itu yang sudi mendanai Partai Islam. Makanya kebanyakan partai-partai Islam itu hidupnya ‘ngos-ngosan’. Zaman sekarang sangat jarang ada anggota partai membayar iuran anggota seperti zaman dulu. Seperti saya katakan tadi, dunia sudah berubah,” katanya.

Karena itu, saya menghormati usaha Cholil Ridwan dan para tokoh lain yang mendirikan kembali Masyumi Reborn ini. Tentu mereka akan bekerja keras membangun cabang-cabang dan merekrut anggota di tengah Pademi Covid-19 yang sangat berat ini.

“Agar dapat disahkan sebagai partai yang berbadan hukum oleh Kemenkumham.  Lalu kemudian ikut verifikasi lagi oleh KPU  untuk bisa atau tidak ikut Pemilu 2024,” tuturnya.

Bagi Yusril, mempertahankan PBB yang struktur partainya sudah menjangkau seluruh provinsi dan kabupaten dan kota di tanah air saja sudah sangat sulit. Karena itu, dirinya justru berpikir bagaimana caranya partai-partai Islam yang ada ini dapat bersatu memikirkan bagaimana caranya agar partai Islam ini tetap eksis di negara masyoritas Muslim ini.

“Membuat partai baru bagi saya sangatlah berat. Mudah-mudahan tidak demikian bagi Cholil Ridwan dan para tokoh deklarator yang bersama beliau telah mendeklarasikan berdirinya kembali Masyumi tanggal 7 November kemarin,” imbuhnya.

Diketahui, sempat tidak aktif, Partai Masyumi resmi kembali dideklarasikan. Deklarasi ini bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke -75 tahun sejak didirikan pada 1945 silam.

Pembacaan deklarasi dilakukan oleh Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Partai Islam Ideologis (BPU-PPII) KH Ahmad Cholil Ridwan. Dia mengatakan dengan deklarasi tersebut maka Partai Masyumi kembali aktif dalam perpolitikan Indonesia.

“Kami yang bertanda tangan dibawah ini, mendeklarasikan kembali aktifnya Partai Politik Islam Indonesia yang dinamakan Masyumi,” ujar Cholil membacakan deklarasi seperti dilihat melalui konferensi video, Sabtu (7/11).

Cholil berharap Partai Masyumi bisa tumbuh besar. Sehingga bisa meraih kejayaan seperti pada 1955 silam. Tentunya kejayaan itu tetap mengedepankan nilai-nilai Islam dalam Partai Masyumi.

“Semoga Allah meridhoi perjuangan Masyumi hingga meraih kemenangan di Indonesia,” katanya. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim