Metropolis

BP Batam Buka Kantor Pelayanan Air di Bengkong, Batuaji, Tiban

Memudahkan Pelanggan Akses Pelayanan SPAM Batam yang Dikelola Moya  Indonesia

Kantor pusat pelayanan pelanggan air minum BP Batam di Batamcentre, Minggu (8/11/2020). (f.Iman Wachyudi/ batampos.id)

batampos.id– Untuk memudahkan pelanggan air bersih mendapatkan informasi, Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah mempersiapkan empat kantor pelayanan pelanggan (KPP) air bersih di seluruh Batam. “Empat KPP, terdiri dari kantor utama di Batam Kota, sedangkan tiga kantor lainnya di Bengkong, Batuaji, dan Tiban,” kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, Selasa (10/11/2020).

Alasan pemilihan KPP cabang di tiga lokasi tersebut adalah untuk memudahkan pelanggan untuk mengakses pelayanan sistem penyediaan air minum (SPAM) Batam yang dioperasionalkan oleh Moya Indonesia. “Pemilihan lokasi tersebut karena pelanggan air bersih di Batam paling banyak berada di Bengkong, Batuaji, dan Tiban,” ungkapnya lagi.

Sebagai informasi bagi pelanggan, kantor pusat SPAM Batam berlokasi di Ruko Komplek Batam Centre Square Blok D Nomor 2, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Batam. Selanjutnya, KPP Bengkong berada di Bengkong Palapa II Blok KK Nomor 8 RT 004 RW 006, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Batam.

Lalu, KPP Batuaji berlokasi di Komplek Pertokoan Batu Permata Blok C Nomor 01, Kecamatan Batuaji, Batam. Sedangkan KPP Tiban berada di Ruko Golden Wealth Blok A Nomor 6, Jalan Indah TIban Permai, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Batam.

Lokasi yang sudah ditetapkan persis di dekat tiga kantor pelayanan sebelumnya, sehingga pelanggan tidak akan kesusahan mencari lokasi KPP. “Kata melayani menjadi komitmen utama BP Batam melalui Moya Indonesia dalam mengoperasikan sistem penyediaan air minum (SPAM) Batam. Suplai air melalui kualitas, kuantitas dan kontinuitas menjadi key performance indicator yang harus diupayakan semaksimal mungkin untuk pelayanan air bagi warga Batam,” katanya. (*)

Reporter: Rifki Setiawan
Editor: Tunggul