Covid-19

Batam Bisa Kendalikan Covid-19

PSMTI Sumbang 1 Juta Masker, BI 13 Ribu

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri Musni Hardi bersama Badan Musyawarah Perbankan Derah (BMPD) Batam menyerahkan bantuan masker kapada Gugus tugas covid-19 Kepri pada acara program sosial Bank Indonesia di Dataran Engku Putri Batamcenter disaksikan olh Pjs Walikota Batam Syamsul Bahrum dan Sekda Kota Batam Jefridin, Senin (9/11). (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, tetap yakin Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam dibantu berbagai lapisan masyarakat akan mampu mengendalikan penyebaran Covid-19. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut.

”Harus optimistis, biar tahun depan kondisi Batam makin membaik,” ujar Syamsul usai menerima bantuan masker dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri di Dataran Engku Putri, Batam Center, Senin (9/11).

Ia mengatakan, perlu peran semua orang untuk mengendalikan Covid-19. Tidak hanya pemerintah dan komunitas, namun yang terpenting masyarakat. Diakuinya, bantuan yang diberikan sangat membantu kerja Tim Gugus Tugas Covid-19 Batam dalam memerangi Covid-19 di Batam.

Syamsul menuturkan, bantuan ribuan masker yang diterima akan disalurkan ke kecamatan dan kelurahan. ”Masker-masker ini akan kami serahkan ke kecamatan dan kelurahan sebagai ujung tombak penanganan Covid-19 di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sudah mendistribusikan 24 ribu masker ke tingkat kecamatan. Selanjutnya, puluhan ribu masker itu juga didistribusikan ke tingkat kelurahan. Gerakan bagi-bagi masker ini merupakan upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran virus corona.

”Gerakan 5 juta masker besok (hari ini, red) akan diluncurkan Tri Tito Karnavian (istri Mendagri Tito Karnavian). Batam sampai saat ini sudah ada 1,5 juta masker siap dibagikan,” sebutnya.

Ia melanjutkan, melalui berbagai kegiatan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga selalu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker. Masker yang ada ini jangan sampai tersimpan di gudang. Untuk itu, pihaknya mengerahkan camat, lurah, maupun tim gugus tugas untuk membagikan masker, sembari menggelar razia dan sosialisasi.

Syamsul kembali mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi imbauan pemerintah yakni 3M (Mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), agar risiko penularan Covid-19 bisa ditekan. Dengan begitu, Covid-19 cepat berakhir jika warga taat dan tidak abai terhadap protkes.

”Jangan lupa gunakan masker, cuci tangan. Ingat jangan abaikan protokol kesehatan karena risiko penularan bisa saja terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, terkait penerapan denda pelanggar protkes, Syamsul mengatakan, sudah diagendakan rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD). ”Usai acara Mendagri dulu baru kita bahas. Minggu ini cukup padat agenda, makanya saya tidak keluar kota. Secepatnya lah kita rapat, karena ini mendesak,” tuturnya.

Dikatakannya, bersama FKPD nanti, ia akan membahas penerapan sanksi dan sanksi alternatif jika pelanggar tidak memiliki kemampuan untuk membayar denda. ”Apakah diperbolehkan sanksi kurungan selama satu hari, kalau nanti pelanggar tak mau bayar denda. Ini yang akan dibahas bersama, karena itu harus kami rapatkan dulu,” ucapnya.

Adapun besar denda yang dikenakan bagi setiap pelanggar mulai Rp 250 ribu untuk perorangan, sedangkan untuk kelompok atau badan usaha mulai serta Rp 500 ribu – Rp 4 juta, bahkan hingga penutupan lokasi usaha. ”Angka kasus terus bertambah, jadi harus ada penindakkan agar Covid-19 bisa dikendalikan,” imbuhnya.

Penertiban pelanggar ini tidak hanya kepada masyarakat, nanti petugas akan mendatangi tempat usaha, mal, hotel, dan lainnya. Selama ini baru masyarakat yang terjaring, sedangkan badan usaha belum.

”Jadi, akan kami buat merata semua, jangan lagi abai. Angka kasus masih terus terjadi. Hari ini (kemarin, red) ada lagi penambahan sebanyak 43 kasus,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru, total kasus positif sebanyak 3.158, sembuh 2.438, meninggal 80, dan masih dalam perawatan sebayak 640 pasien.

Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, mengimbau masyarakat untuk menjaga protkes di tengah pandemi yang belum juga berhenti.

”Kita sudah lama tidak zero kasus selama satu hari. Beberapa bulan lalu kita sempat berhasil menghambat penyebaran. Saya yakin kita masih bisa melewati ini asal protokol kesehatannya jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Batam sampai saat ini sudah menyumbangkan kurang lebih satu juta masker kepada Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Batam dan masyarakat.

”Bantuan ini merupakan upaya dalam membantu pemerintah mengendalikan penyebaran Covid-19,” ujar Randy Tan, ketua PSMTI Batam, usai menyerahkan bantuan masker di Dataran Engku Putri, Senin (9/11).

Ia mengatakan, sejak awal PSMTI sudah berkomitmen dalam mempercepat langkah antisipasi untuk menekan penyebaran Covid-19 di Batam. Keseriusan ini terlihat dari banyaknya pihak yang turut membantu ketersediaan masker ini.

”Awalnya kita serahkan masker yang sekali pakai. Namun semakin ke sini kami berfikir untuk membuat masker dari kain yang bisa cuci pakai. Kami juga mendapatkan bantuan tenaga dari teman-teman untuk menjahit dan pengadaan masker ini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebanyak kurang lebih 800 ribu masker diserahkan langsung kepada Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19, dan lebih dari 200 ribu diserahkan langsung kepada masyarakat. ”Menggunakan masker jadi yang utama dalam menekan penyebaran Covid-19. Hal ini membuat kami sangat fokus untuk membantu pemerintah,” ucapnya.

Randy berharap Covid-19 cepat selesai. Pihaknya bersama pemerintah sudah berusaha, namun dukungan masyarakat sangat penting. ”Semua pasti ingin kondisi kembali normal. Untuk itu harus bersama-sama. Penanganan virus ini tidak bisa selesai dikerjakan satu orang atau pemerintah saja. Ayo tingkatkan kepatuhan untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” pinta pria berkacamata ini.

Tak hanya PSMTI, di hari dan tempat yang sama, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri menyerahkan bantuan 13 ribu masker kepada tim gugus tugas Covid-19 di Dataran Engku Putri, Senin (9/11).

Kegiatan ini juga dalam rangka mendukung Pemprov berupa Gerakan 5 Juta Masker, sekaligus dalam meningkatkan kedisiplinan masyarakat agar tetap mematuhi protkes. ”Pertumbuhan ekonomi itu beriringan dengan kecepatan penanganan Covid-19. Maka hari ini (kemarin, red), kami beri dukungan masker ke Tim Gugus Tugas Covid-19,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri, Musni Hardi, usai acara.

Musni juga mewakili Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BPMD) Kepri, dalam acara penyerahan masker ini. ”Kami serahkan 13 ribu masker kain senilai Rp 149 juta. Dari BPMD juga menyerahkan 108.500 masker kesehatan, yang diterima langsung oleh Pjs Wali Kota Batam,” ungkapnya.

Selain masker, BI Perwakilan Kepri juga memberikan bantuan lainnya berupa sarana penunjang pendidikan yang akan disalurkan kepada lembaga pendidikan dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. “Selain masker, kami juga menyerahkan sarana pendidikan berupa laptop, proyektor, layar proyektor, dan lain sebagainya, senilai kurang lebih Rp 585 juta,” sebut Musni.

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengatakan, bantuan ini akan langsung didistribusikan tim gugus. ”Penyalurannya dari tim gugus ke seluruh camat dan lurah, untuk dukung gerakan 5 juta masker,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kota Batam merujuk satu orang pasien terkonfirmasi Covid-19 ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang, Batam. Pasien tersebut sebelumnya menjalani isolasi dan perawatan di Bapelkes Batam.

Kepala Bapelkes Kota Batam, Asep Zaenal, mengatakan, pasien Covid-19 yang dikirim ke RSKI Galang tersebut, karena yang bersangkutan tidak mematuhi protkes dan SOP yang diterapkan di Tempat Isolasi Asrama Bapelkes Batam. ”Supaya masyarakat yang dirawat di sini patuh juga selama diisolasi di Bapelkes Batam,” kata Asep, kemarin.

Bapelkes Batam telah merawat 131 pasien Covid-19. Sementara yang telah menjalani masa isolasi sebanyak 90 pasien, dan tersisa atau masa perawatan berjumlah 41 pasien. ”Semalam (Minggu malam, red) ada masuk pasien Covid-19. Sementara yang keluar atau selesai jalani masa isolasi 10 orang. Jadi, total yang tersisa saat ini 41 pasien,” sebutnya.

Masih Minta Hasil Rapid Test
Dokumen rapid test masih tetap diminta untuk masyarakat yang menggunakan transportasi kapal ke luar Provinsi Kepri. Sementara antardaerah di provinsi yang sama, masyarakat tidak diminta menunjukkan atau membawa dokumen rapid test.

”Kalau ke luar provinsi ada (menujukkan hasil rapid test, red). Tapi masuk ke Batam (dari daerah berbeda provinsi), setahu saya tidak lagi diminta dokumen rapid test,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, Achmad Farkhani, kemarin.

Ia mengatakan, daerah-daerah yang masih meminta bukti dokumen rapid test, yakni Riau, Jambi, dan Jakarta. Pengecekan dokumen rapid test ini akan dilakukan sebelum calon penumpang naik ke kapal.

Sedangkan untuk rute domestik, antarpulau di Provinsi Kepri, tidak lagi diminta dokumen rapid test. Masyarakat, kata Farkhani, hanya perlu memperlihatkan tiket. ”Rute pelayaran Batam ke Tanjungpinang, Uban, Karimun, dan daerah lainnya tak ada lagi diminta surat rapid-nya,” imbuhnya.

Sementara untuk masyarakat yang menggunakan jasa transportasi udara tetap wajib memperlihatkan dokumen rapid test. ”Pesawat masih memberlakukan pengecekan rapid test,” tuturnya.

Walaupun beberapa aturan rapid test mulai dikendorkan, Farkhani berharap masyarakat tetap memperhatikan protkes saat akan berpergian ke luar daerah. ”Sangat penting selalu mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

Sedangkan Manajer Usaha ASDP Batam, Firdaus mengatakan, masyarakat yang menggunakan kapal roro tujuan Sei Selari (Riau), dan Kualatungkal (Jambi), tetap wajib memperlihatkan dokumen nonreaktif hasil rapid test.

”Pemerintah sana (Riau dan Jambi) yang meminta itu (dokumen non reaktif rapid test). Tapi untuk rute Batam ke Karimun, Uban, dan Lingga, tidak perlu memperlihatkan dokumen non-reaktif hasil rapid test. (*)

Reporter: Yulitavia, Rifki Setiawan, Fiska Juanda
Editor : Jamil Qasim