Sport

Perang Saudara Suzuki di Dua Balapan Tersisa

Dua pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir dan Alex Rins saat berkompetisi di ajang MotoGP GP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (8/11). (F. Jose Jordan/AFP)

batampos.id – MotoGP 2020 menyisakan dua balapan. Perebutan gelar juara dunia juga makin panas. Yang menarik, ada dua nama pembalap Suzuki Ecstar yang terlibat dalam pertarungan tersebut.

Pembalap Suzuki Joan Mir yang meraih podium tertinggi perdananya Minggu lalu (8/11) saat ini memuncaki klasemen pembalap dengan 162 poin. Rekan setimnya, Alex Rins, membuntuti di belakangnya dengan mengumpulkan poin sama dengan pembalap Petronas Yamaha Fabio Quartararo. Keduanya kini mengumpulkan 125 poin. Sama-sama terpaut 37 poin dari Mir.

Dengan dua balapan tersisa, masih ada maksimal 50 poin yang bisa dikumpulkan para pembalap. Melihat klasemen pembalap, secara matematis memang masih ada delapan pembalap yang peluang juaranya belum tertutup.

Selain Mir, Rins, dan Quartararo, ada nama-nama lain seperti Maverick Vinales (Monster Yamaha), Franco Morbidelli (Petronas Yamaha), Andrea Dovizioso (Ducati), Pol Espargaro (Red Bull KTM), dan Takaaki Nakagami (LCR Honda). Delapan pembalap tersebut telah mengumpulkan lebih dari 100 poin di klasemen.

Namun, pembalap di posisi tiga besarlah yang paling berpeluang. Dan, Rins sendiri sudah menabuh genderang ’perang saudara’. Dia mengaku sama sekali belum menyerah untuk memburu gelar juara dunia. Pembalap 24 tahun itu juga belum ’merelakan’ posisi pertama yang diduduki rekan setimnya.

Rins bahkan mengklaim timnya tidak menyinggung tentang team order untuk mengamankan gelar juara. Artinya, menurut keterangan Rins, Suzuki memberikan keleluasaan bagi kedua pembalapnya bertarung secara terbuka di dua balapan terakhir.

Dua balapan pemungkas akan berlangsung berturut-turut di dua akhir pekan mendatang. Yakni, pada Minggu besok (15/11) di Valencia dan pada 22 November di Portimao, GP Portugal.

“Mereka (Suzuki) sudah memberikan batasan jelas kepadaku dan Mir. Yang penting harus tetap saling menghormati di lintasan. Tidak boleh ada pertarungan kotor,” ucap Rins dilansir Motorsports.

“Dan di sinilah saat ini kami berada. Aku akan berusaha terus memotong ketertinggalan (poin) sampai semuanya benar-benar berakhir,” tambah pembalap asal Spanyol tersebut.

Bagi Suzuki, musim ini menjadi kesempatan pertama mereka merasakan gelar juara dunia lagi setelah 20 tahun. Kali terakhir pembalap mereka menjadi juara dunia pada musim 2000. Itu terjadi saat Kenny Roberts Jr menjadi kampiun.

Di sisi lain, Quartararo mengakui keperkasaan dua pembalap Suzuki. Apalagi setelah Mir dan Rins menguasai podium 1 dan 2 di GP Eropa. “Mereka benar-benar sangat cepat. Kami hanya bisa memiliki kesempatan mengalahkan mereka jika tidak membuat kesalahan bodoh sedikit pun di lintasan,” ucap pembalap asal Prancis tersebut. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung