Total Football

Sertu Mar Daryono, Menutup Mata di Usia Emas Pesepak Bola

Tinggalkan Anak yang Baru Lahir, Senang Dikritik Netizen

Mantan Kiper Persija yang terakhir membela Badak Lampung FC, Daryono. (F. Bola Nusantara)

batampos.id – Sepak bola tanah air berduka. Kemarin (9/11) kiper Badak Lampung FC Daryono meninggal dunia lantaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang dideritanya sejak 11 Oktober lalu.

Pemain yang tumbuh bersama Persija Jakarta itu sempat mendapat perawatan intensif dan masuk ICU RS Urip Sumoharjo, Lampung. Namun, karena permintaan keluarga, dia dirujuk ke Rumah Sakit AL dr Mintoharjo, Jakarta Pusat, pada 26 Oktober. Sampai akhirnya, Daryono mengembuskan napas terakhir Senin (9/11) sekitar pukul 04.30 WIB.

Banyak pihak tidak mengira Daryono pulang begitu cepat. Termasuk pihak klub. Manajer Badak Lampung Dani Aulia menuturkan, dirinya sempat mendapat kabar dari Jakarta mengenai kondisi Daryono yang menunjukkan progres positif. Namun, dini hari kemarin dikabarkan kembali drop hingga meninggal.

Dani mengenal sosok berbadan kekar tersebut sebagai pria humoris dan baik. Selain itu, Daryono disebut sebagai penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki tim tersebut.

Daryono sebetulnya belum lama mendapat kabar bahagia karena resmi menjadi ayah. Buah cintanya dengan Lisatria Monikha melahirkan putra pertama bernama Sana Altair Fatahillah.

Dani menyebut putra Daryono itu lahir di tempat yang sama. Yaitu, RSAL Mintoharjo. Sebagai perwakilan klub, pihaknya meminta maaf apabila Daryono melakukan kesalahan selama pergaulan di masyarakat dan juga di lingkungan pesepak bola.

“Untuk beliau mudah-mudahan husnulkhatimah dan untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan,” ucapnya.

Dalam karir sepak bola, sebelum mengenakan jersey Badak Lampung, Daryono bergabung dengan Persija sejak 2012. Ketika itu, kiper kelahiran Semarang tersebut menjadi kiper utama Persija U-21. Penampilannya yang apik di tim U-21 membuatnya promosi ke tim utama. Akan tetapi, sejak promosi, kiper kelahiran Semarang itu lebih banyak menghangatkan bangku cadangan sebagai substitusi Andritany Ardhiyasa.

Kedatangan Shahar Ginanjar pada pertengahan 2018 juga membuat posisi pemain jebolan Diklat Salatiga itu semakin terpinggirkan sebagai pengawal gawang tim Macan Kemayoran, julukan Persija.

Barulah pada Liga 1 2019 Daryono memilih bergabung dengan Badak Lampung FC. Hasilnya pun cukup baik. Bersama tim berjuluk Laskar Saburai itu, dia menjadi andalan di bawah mistar dengan mencatatkan 20 pertandingan Liga 1. Dia juga sukses menggagalkan tiga dari empat penalti lawan.

Di balik penampilannya yang garang, Daryono dikenal sebagai pemain yang kalem. Karakter agak pendiam itu didapatnya dari sang idola Hendro Kartiko. Daryono sangat mengidolakan mantan penjaga gawang timnas Indonesia itu karena kepribadiannya yang tidak banyak tingkah.

Karakter pendiamnya itu juga menjalar ke media sosial (medsos). Daryono diketahui jarang mengunggah foto atau momen di akun-akun medsos miliknya.

Saat Daryono masih berkostum Persija di Piala Presiden 2019, pernah mendapat kesempatan mewawancarainya. Alih-alih meng-update sesuatu, dia mengaku lebih sering memantau kritik dan saran yang ada di kolom komentar medsos miliknya. Bahkan, dia mengaku tidak pernah mem-block netizen yang mengkritisinya secara pedas. Sebab, dia menilai, kritik sudah menjadi konsekuensi pemain.

“Kalau saya biarkan saja. Kadang kan ada pemain yang komentarnya dihapus. Tapi kalau saya malah senang baca-baca. Lucu jadinya. Kekurangan kita jadi ketahuan karena saya juga senang dikritik biar tahu semua kekurangan yang lain,” ucap penjaga gawang kelahiran 5 Maret 1994 itu.

Oleh The Jakmania, pendukung Persija, sosoknya yang gagah perkasa itu kerap kali dijuluki sebagai karakter superhero Hulk. Ya, selain sebagai pesepak bola, dia merupakan anggota TNI Angkatan Laut. Pangkat terakhirnya adalah sertu. Kini, sosok pria gagah nan ramah itu sudah dikebumikan di TPU Kampung Kandang, Jakarta. Selamat jalan, ’Hulk’ Daryono. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung